"Saya kadang suka bertanya kenapa anggaran untuk iptek kecil. Maka dari itu kita berjuang seperti prosuksi iptek anak bangsa ini dapat diproduksi massal. Itu yang perlu kita dorong," ujar Gusti.
Hal ini disampaikan Gusti saat memberi sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Nasional (Musrenas) IPTEK 2014 di Auditorium Gedung 2 BPPT lantai 3, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014).
"Saya ingin berpesan kepada masyarakat iptek karena beberapa bulan lagi saya akan lengser, bagaimana kita sama-sama berjuang meyakinkan ke pemerintahan atau industri bahwa kita sanggup menyediakan teknologi Indonesia," ulasnya.
Menurutnya, pembangunan iptek tidak bisa terlepas dari kemajuan bangsa. Sebab, iptek dapat memberikan kontribusi perekonomian berbasis teknologi.
Gusti mencontohnya Jepang sebagai negara yang telah membuktikan iptek dapat berperan memajukan bangsa.
"Karena itu kita harapkan iptek dapat memajukan bangsa terlebih lagi Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar. Kalau masih impor aneh juga itu," kata Gusti.
Ada tiga hal pokok yang menjadi catatan Gusti dalam menanggapi isu strategi terkait iptek yaitu pembangunan ekonomi berbasis kompetitif, keunggulan sumber daya alam, sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan iptek yang meningkat.
"Kemenristek setiap tahun meluncurkan buku 100 Inovasi. Hanya 10-20 persen saja dalam buku itu teknologinya yang baru diterapkan. Sayang sekali padahal banyak uang dikeluarkan untuk menemukan teknologi," tuturnya.
Sekali lagi Gusti mengatakan harapannya agar anggaran Kemeristek dapat ditingkatkan. Tak hanya dari pemerintah, kehidupan iptek juga harus mengandalkan industri bersama.
"Ada beberapa yang saya senang. Seperti teknologi pengolahan air untuk daerah rawa yang bisa diset diminum langsung. Saya kira itu bagus," ujar Gusti.
"Kita berupaya menciptakan teknologi yang bisa memecahkan permasalahan masyarakat," pungkasnya.
(sip/nrl)











































