3 Aksi Pendukung Prabowo-Hatta yang Bikin Heboh Media Sosial

3 Aksi Pendukung Prabowo-Hatta yang Bikin Heboh Media Sosial

- detikNews
Jumat, 08 Agu 2014 06:48 WIB
3 Aksi Pendukung Prabowo-Hatta yang Bikin Heboh Media Sosial
Jakarta - Dalam mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres, berbagai aksi pun dilakukan oleh para simpatisan. Tetapi, ternyata dukungan 3 simpatisan Prabowo-Hatta ini justru membuat heboh media sosial. Ada-ada saja!

detikcom merangkum 3 aksi pendukung Prabowo-Hatta yang membuat gaduh media sosial, Jumat (8/8/2014). Dimulai dari video di Youtube, kontroversi ternyata berbuntut panjang bahkan ada yang hingga melibatkan media internasional.

Pilpres 2014 ini memang unik karena mendapatkan sentuhan dunia maya. Aksi apapun yang terekam kamera dapat cepat menyebar dan jadi pergunjingan publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 3 aksi pendukung Prabowo-Hatta yang membuat heboh media sosial.

Kostum ala Nazi Ahmad Dhani di Video Kampanye Prabowo Jadi Kontroversi

Kostum Ahmad Dhani kala bernyanyi 'Prabowo-Hatta We Will Rock You' disorot media terkemuka Jerman Der Spiegel. Berita itu berjudul 'Indonesien: Wahlkampf in Himmlers SS-Uniform'. Dalam berita yang dimuat pada Selasa (24/6), dituliskan kalau seragam yang dipakai Dhani mirip seragam pemimpin SS Jerman.

"Dia memakai seragam hitam yang menyerupai seragam pemimpin SS Heinrich Himmler," tulis Spiegel seperti dikutip, Rabu (25/6/2014).

Disebutkan Spiegel bahwa Dhani memakai lencana pada kerah dan dada, yang amat mirip seragam Himler. Di Indonesia, Nazi bukan sesuatu yang dilarang. Namun berbeda dengan di Eropa yang menyisakan trauma dengan sejarah fasisme dan pembantaian era pemimpin Nazi Adolf Hitler.

Kontroversi terkait baju Nazi ini berlanjut. Salah satu media ternama internasional, TIME, menganggap bahwa video yang dibuat Ahmad Dhani itu adalah alat kampanye politik terburuk yang pernah ada.

Ahmad Dhani menyebut adanya kejanggalan dari isu kostum Nazi yang berhembus seiring dengan klipnya di Youtube, melantunkan dukungan untuk Prabowo Subianto. Pentolan Dewa 19 ini meyakini sasaran isu tersebut sebenarnya adalah sang capres nomor urut satu.

"Karena ini menyangkut juga pribadi Pak Prabowo yang juga dibunuh karakternya tentu saya harus ngomong. Semuanya ini menyangkut Pak Prabowo. Intinya yang ditembak Pak Prabowo, cuma melalui saya saja," ujar Dhani ketika ditemui di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jaksel, Sabtu (5/7/2014).

Nurcahaya Tandang Sebut Prabowo Titisan Allah

Setelah video kampanye Ahmad Dhani yang sempat ramai diperbincangkan, kini cuplikan seorang pendukung memuji Prabowo Subianto ramai menghebohkan dunia maya. Video yang membuat heboh ini sudah diunggah oleh sejumlah akun di situs Youtube. detikcom melihat salah satu video tersebut, Rabu (6/8/2014).

Cuplikan peristiwa yang ditayangkan dalam video itu adalah acara Halal Bi Halal pendukung Prabowo-Hatta di Rumah Polonia. Nur Cahaya berorasi di atas panggung yang ada di halaman rumah itu. Sejumlah orang juga ada di panggung itu.

"Kita harus menyerahkan Indonesia ke tangan orang yang komit, yang tidak hanya bersandiwara, boneka, menjual negeri kita ke negara asing. Rela kita diperbudak negara asing? Karena itu, ini adalah jihad fi sabilillah, Allahu Akbar!" ujarnya.

"Bukan cuma jihad nasionalisme, kita tidak mendukung hanya Pak Prabowo, tetapi visi besar yang diusung Bapak Prabowo sebagai titisan Allah Subhanallah Wataala," tambah wanita tersebut.

Usut punya usut, wanita tersebut kemudian diketahui sebagai Nurcahaya Tandang, mantan caleg dari Partai Gerindra. Orang itu ternyata juga punya latar belakang pendidikan tinggi, yakni kandidat doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi saran soal video YouTube dari Nurcahaya yang beredar dan menyebut Prabowo titisan Allah. MUI menyarankan sebaiknya video itu dihapus.

"Kalau dianggap bahaya sebaiknya dihapus," kata Ketua Bidang Informasi Komunikasi MUI Sinansari Ecip di Kantor KPI di Gedung Bapeten, Jl Gajah Mada, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Nurcahaya Tandang kemudian meminta maaf atas ucapannya yang menyebut Prabowo Subianto titisan Allah. Politisi Gerindra itu mengaku keseleo lidah karena seharusnya dia menyebut kata 'titipan' bukan 'titisan'.

"Saya minta maaf kepada publik yang salah paham dengan kata-kata saya. Yang benar itu titipan, bukan titisan," ujar Nurcahaya dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (7/8/2014).

Ngabalin Desak Allah Dukung Prabowo

Jurkamnas Tim Prabowo-Hatta Ali Mochtar Ngabalin muncul dalam cuplikan video di Youtube dengan orasi mendesak Allah memihak Prabowo-Hatta Rajasa. Video Ali Mochtar ini diunggah oleh akun Relawan Prajanusa, Kamis (7/8/2014). Akun ini pula yang mengunggah video pidato Nurcahaya Tandang menyebut Prabowo titisan Allah.

Video Ali Mochtar ini diunggah oleh akun Relawan Prajanusa, Kamis (7/8/2014). Akun ini pula yang mengunggah video pidato Nurcahaya Tandang yang menyebut Prabowo titisan Allah. Video ini sudah ditonton ribuan orang.

Dalam cuplikan video itu, politikus Golkar ini mengajak pendukung Prabowo-Hatta mendukung perjuangan jagoan mereka menggugat hasil Pilpres di MK.

"Sekarang tugas saya dan kita semua adalah perbaiki perasaan. Yang mau puasa Syawal 6 hari masih ada waktu, terus niatkan, doakan, agar perjuangan tim hukum kita, perjuangan moral force kita, perjuangan yang kita lakukan tidak berhenti, kita mendesak Allah SWT berpihak pada kebenaran, berpihak pada Prabowo-Hatta Rajasa," kata Ngabalin yang sebelumnya dikenal sebagai politisi PBB ini.

Ngabalin mengaku belum melihat langsung videonya yang beredar di Youtube itu. Namun ia menilai tak ada yang salah dengan ucapan yang disampaikan di acara halalbihalal di Rumah Polonia pada 3 Agustus itu.

"Saya belum mendengar ya, tapi apa yang salah dengan pernyataan itu. Mudah-mudahan tidak ada yang memanipulasi pidatonya. Tapi saya percaya kalau mendesak Allah Ta'ala berpihak kepada kebenaran, keadilan, dan kepastian hukum dalam hal ini Prabowo Subianto, itu sah-sah saja," kata Ngabalin kepada detikcom, Kamis (7/8/2014).
Halaman 2 dari 4
(imk/vid)


Berita Terkait