"Saya bisa mengerti sebetulnya karena setelah bertugas tentu akan langsung menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan kenegaraan. Apalagi satu bulan setelah presiden terpilih mengucapkan sumpahnya di hadapan sidang MPR RI, maka akan mengikuti serangkaian pertemuan puncak pada tingkat internasional," kata SBY.
SBY menyampaikan hal ini dalam video wawancara Sekretariat Negera dan diunggah ke laman resmi SBY di Youtube, Jumat (8/8/2014). Dalam video berdurasi lebih dari 14 menit itu, SBY menyebutkan sejumlah pertemuan internasional yang sangat penting untuk Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, Oktober 2014 presiden baru kita menyampaikan sumpahnya, sebulan kemudian harus langsung terjun di kancah percaturan global. Oleh karena itu, saya paham perlu persiapan yang baik dalam konteks itu. Saya paham perlu persiapan yang baik," tambah SBY.
Ketua umum Partai Demokrat ini menambahkan, dirinya masih teringat pada tahun 2004 lalu saat baru dilantik. Saat itu, SBY tak memiliki kesempatan dan tidak memiliki akses untuk melakukan sebuah persiapan sebelum menjadi presiden RI ke-6.
"Oleh karena itu, bagaimanapun yang dipikirkan dan direncanakan Pak Jokowi ini (tim transisi) tidak keliru. Saya mendukung langkah-langkah itu. Cuma sekali lagi, tunggu timing yang tepat, rasanya tidak etik jika MK tengah bersidang, belum ambil putusan, lantas saya atau menteri kabinet saya diminta merencanakan masa transisi pemerintahan," ujar SBY.
(vid/imk)











































