Gaya Ruhut di Sidang, Panggil Anas Ketum hingga Puji SBY

Gaya Ruhut di Sidang, Panggil Anas Ketum hingga Puji SBY

- detikNews
Jumat, 08 Agu 2014 03:04 WIB
Gaya Ruhut di Sidang, Panggil Anas Ketum hingga Puji SBY
Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul tampil 'menguasai panggung' persidangan Anas Urbaningrum. Ruhut tampil dengan gaya bicara khasnya, ceplas-ceplos.

Ruhut bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (7/8/2014), karena dirinya pernah menjadi relawan tim pemenangan kala Anas mencalonkan diri sebagai ketum Demokrat. Ruhut luwes menjawab sejumlah pertanyaan jaksa KPK

Bahkan sejumlah jawaban Ruhut yang sekenanya sering mengundang tawa seisi ruang sidang. Contohnya saat Ruhut menggambarkan kedekatan Anas dengan Nazaruddin. "Dekat sekali dan kami semua dekat, orang suka sekali dengan Nazaruddin," ujar Ruhut.

Jawaban ini didalami jaksa KPK Yudi Kristiana. "Alasannya kenapa dekat sekali?" tanya Yudi. "Kocak (orangnya) itu Pak, udah gitu baby face orangnya," sebut Ruhut.

Dalam persidangan, dia juga memuji Susilo Bambang Yudhoyono, ketum Demokrat saat ini. Arahan SBY kepada kader sesaat sebelum gelaran kongres bulan Mei 2010 dinilai Ruhut ikut menyumbang kemenangan Anas.

Meski jadi motivator yang bertugas mensosialisasikan sosok Anas ke pengurus DPC pemilik suara di pemilihan ketum Demokrat, Ruhut mengganggap perannya dalam pemenangan Anas minim. "Oh bukan (saya) Pak, itu pidato Pak SBY. Jadi Pak SBY sangat mengedepankan demokrasi. Jadi itu kan macem-macem Pak, ini jualan Pak, orang politik. (Ada yang klaim) Calon ini didukung Pak SBY, kan begitu Pak," sebutnya.

Menurut dia arahan SBY bisa mengubah dukungan DPC dari kandidat ketum lain menjadi beralih ke Anas. "Tapi di sinilah kenegarawanan Pak SBY, beliau mengatakan hormati demokrasi, pilihlah dengan hati nurani. Jadi ketukan Pak SBY ini betul-betul Pak, langsung terketuk kader-kader pemilik suara, langsung menyerahkan ke Bung Anas," sambungnya.

Di sisi lain, Ruhut memuji sosok Anas yang dinilai berkharisma sehingga mendapat dukungan para ketua DPC. "Di putaran dua, karena kharisma, kewibawaan, kenegaraan Anas, kami juga kaget Pak, pendukung Andi Mallarangeng mendukung Anas. Jadi beliau menang mutlak," tuturnya.

Jaksa pun sempat 'menggoda' Ruhut usai insiden matinya mikrofon selama beberapa menit saat tanya jawab berlangsung. "Ini aura Pak Ruhut luar biasa ini," kata jaksa Yudi saat melanjutkan pertanyaan yang sempat terhenti.

Ruhut juga memanggil Anas dengan sebutan 'ketum' meski bekas komisioner KPU itu sudah tersingkir karena terlilit perkara dugaan korupsi. Sebutan ini disampaikan saat Ruhut menjawab sejumlah pertanyaan Anas terkait posko pemenangan, uang saku ke DPC dan uang operasional serta dana hiburan ke kordinator wilayah pemenangan Anas.

"Terimakasih ketum, saya tidak pernah tahu pertemuan itu, saya bukan korwil," jawab Ruhut mengenai duit operasional korwil.

Namun Ruhut tak bergaya luwes dan sekenanya ketika dicecar pertanyaan yang menyudutkan Anas terkait dakwaan jaksa KPK. Misalnya saat jaksa menanyakan kontribusi Nazar yang disebut Ruhut berkawan dekat dengan Anas terkait pencalonan ketum Demokrat.

"Kalau itu nggak Pak, saya nggak tahu Pak," ujar Ruhut dengan nada datar.

Jawaban serupa diulang dua kali ketika jaksa menanyakan peran Nazar dalam pemenangan Anas. "Saya nggak tahu pak," jawab dia.

(fdn/vid)


Berita Terkait