Usai Dilantik, Jokowi Akan Bertemu Masyarakat Papua

Usai Dilantik, Jokowi Akan Bertemu Masyarakat Papua

- detikNews
Kamis, 07 Agu 2014 21:13 WIB
Usai Dilantik, Jokowi Akan Bertemu Masyarakat Papua
Jokowi (Jordan/ detikcom)
Jakarta - Papua terasa spesial untuk presiden terpilih Joko Widodo. Selama proses pemilihan umum 2014, ia sudah 2 kali mendatangi bumi cendrawasih itu.

Saat kampanye untuk Pemilihan legislatif, Jokowi bertandang ke bumi Papua dan blusukan di salah satu pasar. Dalam orasinya, ia berjanji akan kembali bila PDIP berhasil menang besar di Papua.

Di kampanye pilpres, ia kembali bertandang ke Papua. Hasilnya? Jokowi-JK menang telak dengan persentase 72,41 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, setelah ditetapkan sebagai presiden 2014 oleh KPU, sejumlah tokoh asal Papua menemui Jokowi di Balai Kota. Mereka datang untuk mengundang Jokowi kembali ke Papua.

"Mereka kangen makanya ingin ketemu," ujar Jokowi pada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2014).

Di antara orang Papua itu ada caleg DPRD Prov Papua dari partai PKPI, Ramses Wally. Kemarin ia sempat datang menemui Jokowi dan menyerahkan Noken (tas khas Papua) pada Jokowi. Namun, karena hendak blusukan maka Jokowi baru dapat menerima mereka hari ini.

Jokowi mengatakan jika mereka mengundangnya untuk datang ke Papua setelah resmi dilantik menjadi presiden. Permintaan ini pun disambut baik oleh Jokowi.

"Dia menyampaikan kalau setelah dilantik, mohon ke Papua. Saya sampaikan iya saya akan datang," ucap Gubernur Jakarta ini.

Menurut Jokowi, banyak perbaikan yang harus dilakukan di tanah Papua. Mulai dari pembangunan infrastruktur serta distribusi barang. Namun, Jokowi enggan menyinggung tentang kontrak kerja pemerintah dengan perusahan tambang asal Amerika yang beroperasi di Papua, PT Freeport.

"Itu selesainya tahun 2021. Ya tanyanya jangan ke saya. Tapi warga Papua harus sejahtera," ujarnya.

Dalam orasinya di Papua, Jokowi berkali-kali menyinggung soal kesejahteraan warga Papua yang harus ditingkatkan. Sumber daya alam yang melimpah menurutnya harus dimaksimalkan untuk warga Papua.

(bil/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads