TransJ Gandeng Patah Jadi 2, Jokowi: Tanyakan ke Dishub

TransJ Gandeng Patah Jadi 2, Jokowi: Tanyakan ke Dishub

- detikNews
Kamis, 07 Agu 2014 20:28 WIB
TransJ Gandeng Patah Jadi 2, Jokowi: Tanyakan ke Dishub
Jakarta - Bus TransJ gandeng Koridor XI (Kp Melayu-Pulogebang) mengalami patah di sambungannya. Menurut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), kejadian itu menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan DKI.

"Itu tanya Dinas Perhubungan. Nanti ada dokar ban gelinding tanya saya juga," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (7/8/2014).

Jokowi mengaku belum mendapat laporan tentang penyebab terjadinya insiden tersebut. Menurut presiden terpilih ini, dengan adanya manajemen baru di bawah PT Transjakarta, seharusnya sistem kontrol dapat dilakukan dengan lebih baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu sangat bahaya saya ngerti, itu teknisnya Dishub. Nanti saya akan tanyakan. Itu kan sudah dimanajemen oleh PT Transjakarta tapi hal seperti itu penyebabnya. Itu karena kualitas bus karatan atau bagaimana saya belum ngerti," ucap mantan Walikota Solo ini.

"Tentu saja (dengan PT Transjakarta) manajemen kontrolnya harus baik. Ya kan karena lebih fleksibel. Dikerjakan seperti kemarin. PT-nya baru berapa hari sih," lanjut Jokowi.

Bus gandeng tersebut patah jadi dua tadi siang di Jatinegara, Jakarta Timur. Menurut mekanik, penyebabnya adalah patahnya 20 baut yang menghubungkan badan bus. Hal ini terjadi akibat konstruksi jalan bergelombang.

"Baut-baut bus gandeng sebelumnya juga pernah patah. Ini akibat jalan-jalan di koridor yang banyak rusak. Biasanya kalau bautnya patah, pramudi pasti dengar dan langsung menghentikan mobilnya. Lalu kami langsung datang dan ganti baut-baut yang patah," kata mekanik TransJ Damri koridor XI, Ahmad kepada wartawan, Kamis (6/8/2014).

(imk/try)


Berita Terkait