Β
Pertanyaan ini diajukan jaksa Yudi Kristiana kepada Saan Mustopa, Pasha Ismaya Sukardi dan Muhammad Rahmad. Saan menyebut Anas menggunakan Toyota Harrier, namun dia tidak mengingat plat mobil.
"Kalau Vellfire?" tanya jaksa. "Nggak pernah tahu saya kalau yang itu," jawab Saan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (7/8/2014).
Sedangkan Rahmad menyebut Anas memiliki Harrier dan Toyota Camry. Dua mobil ini juga yang disebut Pasha Sukardi, anggota Komisi VI DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan ini juga diajukan Anas kepada para saksi. Kepada Saan, Anas menyinggung pertemuan bulan Agustus 2009 di Chatterbox Plaza Senayan.
"Saya, saudara (Saan), Pasha, Nazar makan siang di chatterbox Plaza Senayan. Saksi ingat saya bawa goody bag? Saksi ingat goody bag saya serahkan ke Nazar?" tanya Anas. "Saya ingat," jawab Saan.
"Ingat kalimat ini untuk DP Harrier?" lanjut Anas. "Saya ingat selintas, tapi saya nggak tahu jumlah berapa," jawab Saan.
Menurut Anas, uang dalam goody bag untuk pembayaran uang muka sebesar Rp 200 juta.
Sedangkan Rahmad mengaku pernah diminta Anas mengambil bungkusan di lemari saat berada di ruang ketua fraksi pada Februari 2010. "Anda ingat itu untuk cicilan pembelian mobil?" tanya Anas. "Saya dengar," kata Rahmad. "Ingin saya garisbawahi itulah peristiwanya DP Harrier," sebut Anas.
Jaksa KPK dalam dakwaannya menyebut Anas juga menerima Harrier B 15 AUD Rp 670 juta dan Vellfire B 69 AUD Rp 735 juta. Mobil Harrier menurut jaksa diberikan oleh pejabat PT Adhi Karya, sedangkan Vellfire dari PT Atrindo Internasional.
(fdn/mok)











































