Maklumat Anti ISIS Dipasang di Masjid 'Biru' di Malang

Maklumat Anti ISIS Dipasang di Masjid 'Biru' di Malang

- detikNews
Kamis, 07 Agu 2014 18:15 WIB
Maklumat Anti ISIS Dipasang di Masjid Biru di Malang
Malang -

Sebuah maklumat dipasang pada dinding masjid 'biru' di Dusun Sempu, Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Maklumat ditulis pada banner berukuran besar. Berikut isi maklumat tersebut :

Lembaga Peduli Pendidikan Islam (LP2I) sebagai pendiri masjid mengeluarkan maklumat adanya dugaan deklarasi dukungan kepada ISIS di Masjid Sulaiman Al Hunaishil Dusun Sempu, Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, oleh kelompok Ansharul Khilafah.

Pertama, LP2I Al Fawaz Kediri, tidak terkait dengan kelompok Ansharul Khilafah, kedua, LP2I Al Fawaz tidak terkait ISIS, dan ketiga LP2I menyerahkan amanat kemakmuran masjid kepada aparat desa dan dusun setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam maklumat juga disertakan penegasan jika apapun menyangkut LP2I harap dikonfirmasikan langsung kepada lembaga tersebut.

Supanji, LC identitas yang tertera dalam maklumat tersebut saat dikonfirmasi mengungkapkan, kalau maklumat sengaja diberikan langsung kepada pemerintah desa.

Hal itu sebagai simbol penyerahkan segala kegiatan dalam masjid kepada masyarakat setempat.

"Kami serahkan kepada desa, bukan kami yang memasang," ucap Supanji dihubungi detikcom, Kamis (7/8/2014), sore.

Supanji menambahkan, bahwa Romli juru bicara Ansharul Khilafah ikut berperan selama pendirian masjid. Meski, segi pendanaan nilai terbesar dikeluarkan oleh LP2I Al Fawas, Kediri.

"Pak Romli ikut terlibat dalam pendirian. Kami juga menyokong dananya. Sudah Rp 170 juta, kita keluarkan selama proses pembangunan," imbuh dia.

Kepala Desa Gading Kulon Wahyu Eddi Prihanto enggan berkomentar mengenai pemasangan banner maupun penyerahan masjid oleh LP2I.

Saat mencoba mengkonfirmasi ke kediamannya, Kepala Desa setempat enggan menemui. "Bapak (kades-red) sedang keluar," ucap seorang perempuan seraya.

Sedang menurut Kepala Dusun Sempu Suwanto yang ditemui di rumahnya, warga baru saja memasang banner atas perintah kepala desa. "Yang pasang warga, atas perintah kepala desa, baru saja," tegasnya.

Suwanto enggan menjawab lebih jauh, perihal datangnya banner berisi maklumat dari LP2I. "Tanya Pak Kades saja, kami hanya diperintahkan untuk memasang tadi," jelasnya.

Dari pantauan di lokasi dua pintu masuk masjid terlihat terbuka. Sehingga siapapun bisa masuk ke dalam ruangan. Hal ini berbeda pada beberapa hari lalu, yang tertutup rapat.

(bdh/mad)


Berita Terkait