"Di Jabar nggak. Mereka kan punya HP sendiri," jawab Saan Mustopa yang bersaksi untuk Anas di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (7/8/2014).
Jawaban yang sama juga disampaikan Ruhut Sitompul yang dulu dikenal sebagai loyalis Anas. "Tidak tahu," jawabnya singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dakwaan Anas, jaksa KPK menyebut adanya pembelian HP BlackBerry sebanyak 400 unit untuk Ketua DPC pendukung Anas termasuk pulsa 100 ribu per unit. Total biaya pembeliaan BB mencapai Rp 1 miliar.
Soal bagi-bagi BB, Anas mengaku tidak tahu. Dia tidak pernah memerintahkan tim suksesnya menyiapkan telepon genggam untuk pendukungnya. "Urusan teknis saya tidak pernah terlibat, tidak perintah bagi-bagi BB," ujar Anas usai persidangan pada 17 Juli 2014.β
(fdn/mok)











































