"Ada imam masjid, keluarga polisi, konsultan, pemilik travel, mantan dirut maskapai, dan lain-lain," kata salah satu korban, Edi Zatnika, di Mapolresta Bogor, Kamis (7/8/2014).
Korban yang melapor ke polisi berjumlah 20 orang. Total kerugian sekitar Rp 168 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban yang memiliki usaha travel, Rochmat, menambahkan, "Saya hampir tidak yakin dia (SH) bisa melakukan ini. Padahal cuma lulusan SMA."
Korban menjalin kerjasama dengan pelaku sejak awal 2013 lalu. Pelaku mengiming-imingi korban keuntungan Rp 4-7 juta untuk setiap motor yang terjual. Ia mengaku memiliki 12 showroom motor.
Awalnya, investasi berjalan lancar. Sebagian uang korban sudah dikembalikan. Lama-kelamaan, proses pembayaran tersendat. Bahkan korban hanya diberi cek palsu atau cek kosong. Saat ini, pelaku diamankan polisi.
(try/try)










































