"Dia pernah ada di sana (Filiphina Selatan) dan bergabung dengan pejuang di sana," kata salah seorang sumber di kepolisian saat berbincang di Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (7/8/2014).
Namun, Bachrum tidak semoncer beberapa alumni Filipina Selatan. Tidak diketahui kemampuan dia dalam memegang senjata atau merakit bom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas Babinkantibmas saat itu hendak melakukan pendataan dengan petugas RT/RW, terdeteksi nama Bachrum ada di sana," kata sumber tersebut.
Saat petugas mendata guna kepentingan pencegahan aksi teroris, begitu banyak orang-orang bercadar di rumah yang disinggahi.
"Tapi ada beberapa yang diduga itu adalah pria, namun menggunakan cadar untuk menutupi identitasnya," bisik sumber itu.
Sebelumnya, polisi mensinyalir Bachrum pernah berlatih militer di Pegunungan Jantho, Aceh Besar. Bachrum juga merupakan bagian dari tandzim yang dipimpin Ustadz Sulaiman Aman Abdurahman, ustadz yang dikenal kerap menyuarakan perjuangan tauhid. Aman sendiri saat ini berada di Lapas Nusakambangan dalam memfasilitasi pelatihan teroris di Aceh.
(ahy/ndr)











































