Fahira Idris datangi kantor Kompas Gramedia di Jl Palmerah, Jakarta Barat, meminta buku 'Why Puberty' tidak dijual kembali. Menurutnya buku tersebut mengandung provokatif cinta sesama jenis.
Rombongan Fahira datang pukul 13.55 WIB, Kamis (7/8/2014) disambut GM Elex Media Ari Subagijo dan Direktur Humas Kompas-Gramedia Widi Kerastawan. Fahira datang mengenakan kerudung putih dan baju lengan panjang merah.
"Buku itu provokatif untuk konsumsi anak dan remaja. Sangat meresahkan masyarakat. Dan saya ingin buku ini tidak dijual kembali," ujar Fahira di depan forum yang diadakan di Ruang Rapat Humas KG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ini dijual di Amerika dan Korea yang melegalkan nikah sejenis it's okay. Tapi di Indonesia sebaiknya buku tersebut ditarik," ujarnya.
GM Elex Media Ari Subagijo mengutarakan, buku ini sebenarnya hanya sebagai media untuk membantu orang tua menjelaskan kepada masyarakat dan harus dipastikan masyarakat mengerti tujuan buku ini.
"Semangat buku menjelaskan membantu remaja, membantu orang tua bagaimana menjelaskan fakta-fakta di sekitar kita," ujar Ari.
Ari menambahkan, buku ini juga sudah mulai ditarik dari percetakan. "Sudah ditarik dari penjualan. Tapi apa solusinya agar orang tua bisa menjelaskan terhadap pertanyaan anak?" tutup Ari.
(spt/ndr)











































