Ngabalin mengaku belum melihat langsung videonya yang beredar di Youtube itu. Namun ia menilai tak ada yang salah dengan ucapan yang disampaikan di acara halalbihalal di Rumah Polonia pada 3 Agustus itu.
"Saya belum mendengar ya, tapi apa yang salah dengan pernyataan itu. Mudah-mudahan tidak ada yang memanipulasi pidatonya. Tapi saya percaya kalau mendesak Allah Ta'ala berpihak kepada kebenaran, keadilan, dan kepastian hukum dalam hal ini Prabowo Subianto, itu sah-sah saja," kata Ngabalin kepada detikcom, Kamis (7/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam cuplikan video itu, politikus Golkar ini mengajak pendukung Prabowo-Hatta mendukung perjuangan jagoan mereka menggugat hasil Pilpres di MK.
"Sekarang tugas saya dan kita semua adalah perbaiki perasaan. Yang mau puasa Syawal 6 hari masih ada waktu, terus niatkan, doakan, agar perjuangan tim hukum kita, perjuangan moral force kita, perjuangan yang kita lakukan tidak berhenti, kita mendesak Allah SWT berpihak pada kebenaran, berpihak pada Prabowo-Hatta Rajasa," kata Ngabalin yang sebelumnya dikenal sebagai politisi PBB ini.
(van/nrl)











































