Nurcahaya Tandang mengaku keseleo lidah dengan menyebut Prabowo titisan Allah saat berorasi. Pengagum Prabowo ini menyebut dia keseleo lidah gara-gara berorasi dengan menggebu-gebu.
"Ucapan saya itu keseleo lidah. Saya kan menggebu-gebu bicara. Mana ada sih orang kampanye tidak menggebu-gebu. Kalau kampanye tidak menggebu-gebu itu bukan
kampanye," ucap Nurcahaya dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (7/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Visi besar Pak Prabowo yakni membawa perubahan besar pada Indonesia," tutur perempuan yang juga tercatat sebagai pengurus ICMI Pusat dan Kahmi Pusat ini.
Dosen intelijen strategis di BIN ini meminta maaf atas ucapannya yang menyebut Prabowo sebagai titisan Allah. Dia meminta ucapannya dibandingkan dengan tulisan yang dirilisnya di interne, yang pernah yang memang menyebut Prabowo 'titipan' Allah dan bukan 'titisan' Allah.
"Saya ada pembanding atas ucapan saya yang salah itu. Coba saja ketik nurcahayatandang di internet. Nanti ada banyak tulisan saya," ujar perempuan yang pernah tercatat sebagai caleg Daerah Pemilihan Banten III ini.
Video Nurcahaya di Youtube ramai diperbincangkan di media sosial. Nurcahaya menggebu-gebu berorasi, termasuk dengan menyebut, "Ini jihad fisabilillah, bukan cuma jihad nasionalisme. Kami mendukung visi besar Prabowo sebagai titisan Allah SWT."
Atas ucapannya itu, Nurcahaya meminta maaf. "Saya minta maaf kepada publik yang salah paham dengan kata-kata saya. Yang benar itu titipan, bukan titisan," ujar Nurcahaya.
(nik/nrl)










































