"Saya minta maaf kepada publik yang salah paham dengan kata-kata saya. Yang benar itu titipan, bukan titisan," ujar Nurcahaya dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (7/8/2014).
Nurcahaya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang mengoreksi ucapannya yang tersiar luas di Youtube. Perempuan yang mengaku sebagai dosen intelijen strategis di BIN ini menganggap koreksi itu sebagai bentuk kepedulian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang tidak senang pada Pak Prabowo menyerang saya. Saya kan pendukung dan jurkam Pak Prabowo," kata perempuan yang bersuamikan purnawirawan mayor jenderal ini.
Nurcahaya mengaku kaget dengan orasinya yang mendadak tenar di media sosial. Saudaranya di luar negeri bahkan memberi tahu dirinya.
"Saya nggak tahu. Tahu-tahu sudah ramai seperti itu. Anak saya bilang, itu ramai di seluruh Indonesia. Saudara saya di luar negeri lihat semua. Tapi nggak apa-apa, itu wajar," ucap calon doktor dari UGM ini.
Nurcahaya mendadak tenar karena ucapannya yang menyebut Prabowo sebagai titisan Allah di video yang diunggah di Youtube. Saat itu dia tengah berorasi di Rumah Polonia - markas pemenangan Prabowo-Hatta -- saat halalbihalal. Nurcahaya menggebu-gebu berorasi, termasuk dengan menyebut, "Ini jihad fisabilillah, bukan cuma jihad nasionalisme. Kami mendukung visi besar Prabowo sebagai titisan Allah SWT."
Nurcahya pada Pileg 2014 tercatat sebagai caleg Daerah Pemilihan Banten III. Dia lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, 6 April 1964. Dia menempuh pendidikan sarjana di dua universitas berbeda, yakni Ilmu HI Fisip Unhas dan Ilmu Hukum FH UMI Makassar. Pendidikan master dan doktoralnya ditempuh di Ilmu Politik di UGM.
(nik/nrl)











































