Warga Yogya Kecam Perayaan Tahun Baru 2005
Jumat, 31 Des 2004 16:22 WIB
Yogyakarta - Ratusan mahasiswa dan warga Yogyakarta dari berbagai elemen, Jumat (31/12/2004) pukul 14.00 WIB menggelar aksi mengecam digelarnya berbagai perayaan menyambut malam tahun baru 2005. Aksi tersebut digelar sebagai respons tetap digelarnya berbagai macam pertunjukan hiburan di berbagai tempat di Yogyakarta mulai sore ini hingga hingga Sabtu (1/1/2005) dinihari.Aksi tersebut digelar di beberapa tempat, antara lain di Bundaran kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, di perempatan Tugu Yogyakarta Jl. Mangkubumi dan perempatan Kantor Pos besar di Jl Senopati. Aksi tersebut diikuti antara lain mahasiswa UGM, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Liga Mahasiswa Muslim Yogyakarta, HMI MPO Cabang Yogyakarta dan PMII Yogyakarta.Berbagai poster dan spanduk yang dibawa peserta aksi, antara lain bertuliskan, "Tahun Baru Bukan Segalanya, Bantulah Korban Tsunami di Aceh dan Sumut, Ora Tahun Baru Ora Patheken, Daripada Hura-hura dan Buang Duit, Lebih Baik Disumbangkan untuk korban Tsunami."Salah seorang peserta, Arief Rahman dalam orasinya mengatakan, pemerintah Kota Yogyakarta dan Provinsi DIY seharusnya menghentikan kegiatan hura-hura menyambut malam pergantian tahun atau pesta tahun 2005 yang digelar di berbagai tempat di Yogyakarta.Sampai sekarang, semua kegiatan hiburan di diskotik-diskotik dan hotel serta di panggung kesenian yang tersebar di Yogyakarta tidak dihentikan, malahan ditawarkan secara mencolok lewat berbagai media. Sementara itu di daerah lain, baik bupati, walikota dan gubernur telah menghentikan semua kegiatan berbau hura-hura."Ini merupakan sebuah ironi. Ratusan ribu rakyat Aceh dan Sumut tewas tertimpa musibah bencana tsunami, tapi masyarakat lain justru berhura-hura merayakan tahun baru," kata dia. Menurut Arief, sebaiknya uang yang digunakan untuk pesat hura-hura tahun baru itu disumbangkan untuk membantu meringankan beban derita rakyat Aceh dan Sumatera Utara. "Jangan hanya berdoa di atas panggung saja, tapi sumbanglah mereka karena mereka benar-benar butuh bantuan kita," teriak Arief.Sementara itu aksi yang digelar oleh massa HMI MPO Cabang Yogyakarta dan PMII Yogyakarta di perempatan Tugu Yogyakarta, selain mengedarkan kotak sumbangan amal, mereka juga mengecam pemerintahan SBY yang dinilai lamban dalam melakukan penanganan korban. Mereka juga menyatakan bencana tsunami menjadi sebuah peringatan bagi pemerintahan SBY.
(asy/)











































