"Ada pokja terkait lembaga kepresidenan, pokja arsitektur kabinet, di mana mempersiapkan gambaran kabinet yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian," kata Deputi Tim Transisi Jokowi, Hasto Kristiyanto, kepada detikcom, Kamis (7/8/2014).
Namun demikian tim tidak menjaring calon menteri Jokowi. Lantaran menentukan calon menteri menjadi hak prerogatif presiden terpilih Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu ada juga Pokja APBN juga menyangkut Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, perumahan rakyat, transportasi publik, juga program nelayan dan petani. Tim akan mengintegrasikan visi misi Jokowi dengan arsitektur APBN 2015 yang sedang dipersiapkan presiden SBY.
"Penyiapan APBN 2015 tersebut dapat dilakukan integrasi visi-misi Jokowi-JK dengan pemerintahan yang sekarang dan di situlah diperlukan kantor transisi," kata Hasto.
Sementara Jokowi juga membuka pintu aspirasi dari masyarakat. "Ada pusat komunikasi publik di Jl Cemara agar masyarakat bisa menyampaikan aspirasi secara terbuka," pungkasnya.
(van/nrl)











































