Indonesia Dorong Kerjasama Keamanan Kesehatan Global

Laporan dari Jenewa

Indonesia Dorong Kerjasama Keamanan Kesehatan Global

- detikNews
Rabu, 06 Agu 2014 20:04 WIB
Indonesia Dorong Kerjasama Keamanan Kesehatan Global
ptri jenewa
Jenewa -

Tingginya tingkat keterhubungan di antara individu pada masa kini telah memunculkan tingkat kerawanan tertentu pada kemungkinan merebaknya berbagai penyakit menular.

Deputi Wakil Tetap RI pada PBB di Jenewa Duta Besar Edi Yusup menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada Global Health Security Agenda (GHSA), yang diselenggarakan bersama oleh Perutusan Tetap Amerika Serikat, Finlandia dan Indonesia di Jenewa (5 Agustus 2014).

"Tingginya tingkat keterhubungan tersebut juga memunculkan peluang kerjasama erat internasional dalam upaya penanganan berbagai penyakit tersebut," imbuh Dubes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Dubes mengatakan bahwa isu kesehatan masyarakat ini seyogyanya juga dibahas secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai aspek, di antaranya aspek keamanan internasional, mengingat kedua isu tersebut memiliki keterkaitan erat terutama dalam konteks isu Keamanan Kesehatan Global.

Menurut Dubes, berdasarkan hal tersebut Indonesia telah menjadi salah satu dari 29 negara yang saat ini tergabung dalam inisiatif GHSA, yang telah diluncurkan sejak Februari 2014 lalu oleh Amerika Serikat dan WHO.

"Indonesia menyadari bahwa kerjasama internasional di bidang pencegahan, pendeteksian dan penanganan dalam menghadapi ancaman penyakit menular perlu terus ditingkatkan, baik terhadap kasus yang muncul secara alamiah, akibat oleh manusia atau pun akibat kecelakaan," papar Dubes.

Dikatakan bahwa Indonesia menilai inisiatif GHSA ini akan memberikan dorongan positif bagi implementasi International Health Regulation (IHR) yang telah disahkan oleh seluruh anggota WHO pada tahun 2005.

Saat ini GHSA telah diikuti oleh sekitar 40 negara dan diperkirakan akan terus bertambah dalam jangka waktu dekat.

Sebagaimana dimaklumi, implementasi IHR oleh seluruh negara anggota PBB akan meningkatkan kemampuan masyarakat internasional dalam menangani berbagai ancaman kesehatan global baik pada tingkat nasional, regional maupun global.

Dubes Edi juga menyampaikan bahwa salah satu bentuk kerjasama yang perlu terus ditingkatkan adalah berbagi informasi mengenai wabah dan penanganannya serta pembentukan mekanisme peringatan dini.

Selain itu, koordinasi di antara para pemangku kepentingan di tingkat nasional perlu terus ditingkatkan, baik para pelaku di bidang kesehatan, pertahanan keamanan (hankam), agrikultur, maupun veteriner.

Di Indonesia, kerjasama erat di antara para instansi pemerintah tersebut di atas telah berlangsung secara baik pada saat penanganan kasus SARS, H5N1 dan H1N1.

Terkait hal itu pemerintah RI melalui Kementerian Kesehatan RI menurut rencana akan menyelenggarakan pertemuan Global Meeting on Managing Zoonotic Infectious Diseases di Jakarta pada 20-21 Agustus 2014.

Pertemuan ini, sebagaimana disampaikan Sekretaris II Nanda Avalist, diselenggarakan di dalam kerangka kerjasama GHSA yang telah dirintis sejak Februari 2014, serta merupakan tindak lanjut dari pertemuan GHSA di Helsinki, Finlandia, pada Mei 2014 lalu.

Diharapkan hasil dari pertemuan di Jakarta tersebut akan menjadi salah satu panduan bagi seluruh negara yang akan menghadiri pertemuan Global Launching of the GHSA, yang akan diselenggarakan oleh Presiden AS di Washington DC pada September 2014.

GHSA yang berlangsung di Kantor PBB Jenewa ini merupakan salah satu acara yang diselenggarakan di sela-sela sidang Meeting of the Experts of the Biological Weapons Convention/BWC (Pertemuan Para Ahli Konvensi Senjata Biologi) yang saat ini tengah berlangsung (4-8 Agustus 2014).

Di samping Deputi Wakil Tetap RI, pembicara lain pada acara tersebut adalah Delegasi AS untuk Konferensi Perlucutan Senjata Christopher Buck dan Deputi Perwakilan Tetap Finlandia pada PBB di Jenewa Jyri Jarviaho.



(es/es)


Berita Terkait