Fajar anggota Karang Taruna Rt 06/01 Klender Jakarta Timur menyambut langkah bagus pemkot Jakarta Timur. Sebagai anak muda ia tak pernah melihat adanya taman interaktif seperti di kota lain.
"Saya setuju banget, di sini anak-anaknya susah untuk mencari lokasi seperti itu biasanya kalau malam minggu kita pada nongkrong di jembatan situ," ujar Fajar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Jakarta Timur ini enggak ada lapangan futsal gratis seperti di taman Menteng situ. Jadi bisa dijadikan orang-orang muda untuk tempat-tempat positif," imbuhnya.
Lebih lanjut, Fajar menilai, penertiban dan penataan kawasan yang sebelumnya dipadati PKL tersebut telah mengurangi kemacetan dan juga masalah polusi udara lingkungan akibat sampah.
"Biasanya pada ngetem angkot di depan jalan situ. Sekarang jadi lancar. Lingkungannya jadi enggak bau juga sih. Jadi makin indah dan tertib," lanjut Fajar.
Senada dengan rekannya Helmi (17) warga Klender mengatakan jika taman itu jadi dibangun. Pemkot harus melakukan pengawasan ketat agar tidak dijadikan lokalisasi asusila.
"Jadi jangan sampai dibuat tempat mesum. Harus ada jam malam. Waktu malam ditutup dan ada penjagaan juga," tambah Helmi.
Sebelumnya, sebuah taman yang lengkap dengan sarana olahraga akan dibangun di lokasi tersebut. Pembangunan taman dan sarana olahraga tersebut. Adapun fasilitas olahraga mulai dari lapangan futsal, arena bermain sketboard, arena joging akan dibangun di taman tersebut.
(edo/ndr)











































