"Habis ini, saya pulang ke kampus ngajar lagi. Saya kan dosen," ujar mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) ini di kantornya, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2014).
Dengan tegas Nuh lebih memilih mengajar program S1, S2 dan S3 di kampus ketimbang menjadi politisi. Baginya M Nuh, mengajar sudah menjadi jalan hidupnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosen dari mata kuliah Sistem Biomedical Engineering ini mengaku tidak memiliki ambisi untuk berlama-lama di Kementerian.
"Saya bergembira (sudah pernah menjadi menteri selama 7 tahun) dan senang memiliki pekerjaan menjadi peneliti. Jadi gantian lah," canda Nuh.
Guna menyambut menteri pengganti dirinya, Nuh akan mempersiapkan laporan keuangan beserta rencana program ke depannya. Hal ini agar kabinet mendatang dapat melanjutkan program-program secara bersinergi.
"Kami sudah siapkan RPJMP dan APBN 2015 sebaik mungkin. Sehingga orang yang menggantikan dapat dengan nyaman bekerja dan program yang sudah ada dapat berkelanjutan," pungkasnya.
(aws/mok)











































