Kemendikbud Ajak TNI Perangi Kebodohan di Daerah Perbatasan

Kemendikbud Ajak TNI Perangi Kebodohan di Daerah Perbatasan

- detikNews
Rabu, 06 Agu 2014 16:41 WIB
Kemendikbud Ajak TNI Perangi Kebodohan di Daerah Perbatasan
M Nuh dan Jenderal Moeldoko (Ayunda/ detikcom)
Jakarta - Kemendikbud bekerja sama dengan TNI untuk memberikan pendidikan di daerah perbatasan. Hal ini dimaksudkan agar kawasan tersebut juga bisa mendapatkan pendidikan yang merata seperti di pusat.

"Kita sama-sama ingin mewujudkan betul memberikan pendidikan di daerah perbatasan dan terpencil. Tidak ada daerah di negeri ini yang tidak ada TNI-nya. TNI selalu ada di mana pun," ujar Mendikbud M Nuh.

Hal ini disampaikan M Nuh dalam konferensi pers di kantornya, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2014). Turut hadir dalam pertemuan ini sejumlah Dirjen pendidikan dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu kita ingin melakukan sinergitas sumber daya dengan TNI, khususnya pendidikan di daerah perbatasan mulai dari PAUD sampai pendidikan menengah," lanjutnya.

Kerja sama ini bukan kali pertama terjalin antara Kemendikbud dan TNI. Sebelumnya pun pernah ada ikatan serupa, namun diakui Nuh pelaksanaannya belum maksimal.

"Jadi ini payungnya tetap sama sekarang lebih kita perkuat lagi dengan semangat panglima yang baru kita punya tekad memperkuat sekolah-sekolah yang baru karena dulu kesulitannya luar biasa. Oleh karena itu kita ingin perkuat lagi dengan menambah sumber dayanya," lanjutnya.

Oleh karena itu, kedua belah pihak mencoba memperdalam lagi kerja sama ini agar dapat mewujudkan cita-cita mencerdaskan anak bangsa. Anggota TNI yang bertugas ke pelosok akan diberi pelatihan materi oleh pihaknya dalam waktu dekat. Sehingga, mereka memiliki bekal untuk mengajar layaknya guru dengan kurikulum terkini.

"Dalam waktu dekat mempersiapkan memberi pelatihan pada para anggota TNI yang akan bertugas di pelosok untuk mengajar. Kita saling melengkapi," kata mantan Rektor ITS ini.

"Betapa mulianya kalau di situ ada pos keamanan dan kalau ada sekolahnya. Pertahanan kita bukan hanya fisik semata tapi juga budayanya," tegasnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menilai penguatan sektor pendidikan bisa menjadi salah satu bentuk pengamanan negara yang kuat. Ia pun menyambut baik rencana kerjasama ini.

"Perbatasan itu tidak cukup diamankan senjata, tapi harus dipertahankan dengan aspek-aspek yang lain seperti budaya, kesejahteraan, ekonomi dan seterusnya. Dengan kehadiran Pak Menteri memberikan pendidikan yang semakin baik di lapangan, ini meningkatkan aspek pertahanan dan pendidikan," jelas Moeldoko.

(aws/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads