Suhadi (52) dan istrinya, Harmining (49) adalah warga Jalan Mawar Barat 8 No 11 Perumahan Fajar Indah, Solo. Keduanya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa pada Rabu (6/8/2014) siang di kamar ruko mereka di Dukuh Blumbangsari, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, kawasan dingin di lereng Merapi - Merbabu.
Tewasnya pasangan ini diketahui setelah pintu ruko didobrak paksa oleh salah satu kerabat korban yang curiga terhadap keselamatan pasangan itu. Pasalnya, ruko yang dijadikan toko sandang tersebut dalam kondisi terkunci sejak pagi, padahal diketahui keduanya ada di dalam ruko tersebut karena mobil korban terparkir di halaman ruko. Ketika dihubungi nomor ponselnya, terdapat nada tunggu namun tidak diangkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabag Ops Polres Boyolali, Kompol I Wayan Sudhita, menerangkan dari hasil pemeriksaan tim olah TKP, dari beberapa tanda-tanda yang didapat, kedua korban meninggal dunia murni akibat kekurangan oksigen, ruangan dalam kondisi tertutup rapat sehingga tidak ada sirkulasi udara.
"Untuk tanda-tanda kekerasan sampai saat ini belum kita temukan. Dari dokter Puskesmas Selo dan Dokpol Polres Boyolali sudah melakukan pemeriksaan, diduga kuat karena kekurangan oksigen akibat arang untuk penghangat ruangan," ujar Sudhita.
"Kedua jโenazah langsung diserahkan kepada keluarganya. Keluarga menolak dilakukan autopsi. Bahkan ketika petugas hendak membawa jenazah kedua korban ke rumah sakit, keluarga juga menyatakan keberatan," imbuhnya.
Menurut pihak keluarga, jenazah suami istri ini akan dikebumikan di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali, kampung halaman Harmining.โ
(mbr/try)











































