"Terlalu jauh mengaitkan praktek demokrasi elektoral Indonesia dengan Korut. Sampai dengan saat ini, dunia mengakui keberhasilan Indonesia dalam pemilu," kata Komisioner KPU Sigit Pamungkas kepada detikcom, Rabu (6/8/2014).
Sigit mengatakan, penyelenggaraan Pilpres di Indonesia bukan pekerjaan mudah jika dibandingkan dengan banyak negara yang gagal mengelola demokrasi elektoral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adanya kandidat lebih dari satu dan masing-masing kandidat sama-sama memiliki peluang untuk menang dan kalah menjadi penanda tesendiri bahwa pemilu Indonesia tidak dapat disamakan dengan korut," tegas Sigit.
Menurut Sigit, Pilpres di Korea Utara hanya diikuti oleh kandidat tunggal dan pemilihannya lebih pada referendum dengan pilihan setuju atau tidak setuju dengan calon tunggal itu.
"Kualitas demokrasi elektoral kita dihormati dunia. Tidak ada di dunia ini praktik demokrasi elektoralnya sempurna. Ada saja hal-hal yang tetap dipersoalkan, termasuk pada negara-negara barat yang sudah mapan praktik demokrasi ellektoralnya," paparnya.
"Beliau mungkin keseleo saja dalam memberi perbandingan tadi," imbuh Sigit.
(bal/trq)











































