Video Pendukung Sebut Prabowo Titisan Allah Heboh di Dunia Maya

Video Pendukung Sebut Prabowo Titisan Allah Heboh di Dunia Maya

- detikNews
Rabu, 06 Agu 2014 15:02 WIB
Video Pendukung Sebut Prabowo Titisan Allah Heboh di Dunia Maya
Jakarta - Video heboh kembali datang dari pendukung Prabowo-Hatta. Setelah video kampanye Ahmad Dhani yang sempat ramai diperbincangkan, kini cuplikan seorang pendukung memuji Prabowo Subianto ramai menghebohkan dunia maya.

Video yang membuat heboh ini sudah diunggah oleh sejumlah akun di situs Youtube. detikcom melihat salah satu video tersebut, Rabu (6/8/2014).

Cuplikan peristiwa yang ditayangkan dalam video itu adalah acara Halal Bi Halal pendukung Prabowo-Hatta di Rumah Polonia. Ada seorang wanita yang mengenakan kemeja putih dengan lambang Garuda Merah sedang berorasi di atas panggung yang ada di halaman rumah itu. Sejumlah orang juga ada di panggung itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita ini disebut disebut bernama Nur Cahaya. Dia berasal dari Makassar. Dengan suara lantang dan semangat berapi-api, wanita itu mengajak para pendukung memilih Prabowo. Dia juga menyinggung soal capres boneka.

"Kita harus menyerahkan Indonesia ke tangan orang yang komit, yang tidak hanya bersandiwara, boneka, menjual negeri kita ke negara asing. Rela kita diperbudak negara asing? Karena itu, ini adalah jihad fi sabilillah, Allahu Akbar!" ujarnya.

"Bukan cuma jihad nasionalisme, kita tidak mendukung hanya Pak Prabowo, tetapi visi besar yang diusung Bapak Prabowo sebagai titisan Allah Subhanallah Wataala," tambah wanita tersebut.

Video ini sudah diunggah ke Youtube oleh sejumlah akun. Namun tampaknya akun pertama yang menunggah video ini adalah akun Relawan Prajanusa. Video yang diunggah oleh akun ini sudah dilihat lebih dari 7 ribu pengguna internet (netizen). Sedangkan video yang diunggah akun-akun lain baru dilihat ratusan netizen.

Waketum Gerindra Fadli Zon angkat bicara soal video ini. Dia mengatakan itu adalah pandangan pribadi pendukung Prabowo.

"Yang pastinya itu bukan policy dan rekayasa dari kita," kata Fadli.

(trq/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads