Ahok Ingin Denda Rp 500 Ribu Bagi yang Parkir Sembarangan

Ahok Ingin Denda Rp 500 Ribu Bagi yang Parkir Sembarangan

- detikNews
Rabu, 06 Agu 2014 14:40 WIB
Ahok Ingin Denda Rp 500 Ribu Bagi yang Parkir Sembarangan
Foto parkir liar (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus memutar otak untuk bisa menertibkan parkir sembarangan di ibu kota. Ahok kini sudah punya jurus baru lagi, apa itu?

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, denda maksimal Rp 1 juta yang sebelumnya pernah diterapkan bagi pelanggar, ternyata tak berjalan efektif. Akibatnya para pengendara tidak kapok.

"Nggak jalan. Karena denda kita itu mesti maksimum lewat hakim. Makanya yang masuk ke TransJakarta pun nggak ada efek kapok. Nah kita ketemu cara baru nih," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (6/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahok akan segera menerbitkan Perda baru yang mengatur para pengendara bandel akan didenda Rp 500 ribu. Suami Veronica itu pun menjelaskan mekanismenya.

"Jadi kalau kamu parkir sembarangan, saya bantu kamu derek mobilmu ke parkiran yang benar. Upah dereknya Rp 500 ribu. Tinggal setor pakai ATM ke Bank DKI, nanti ada menunya. Jadi saya nggak perlu ngemis-ngemis lagi sama hakim toh. Jadi yang sembarangan, gua derek aja," imbuhnya.

"Kalau untuk motor, gua lagi mikir nih gimana dereknya motor nih? Apa dimasukin ke jaring, masukin gerobak, diangkutin. Jadi nanti kita kenakan Perda ongkos transpor derek itu loh Rp 500 ribu. Pasti kamu kapok kalau Rp 500 ribu," sambung Ahok bernada tegas.

Ahok yakin sistem baru itu akan efektif. Ditegaskan Ahok, jika nantinya ada pengendara yang coba-coba membandel tidak mau bayar denda, kendaraannya akan ditahan.

"Harus setor, kalau nggak mau setor, STNK saya setop. Saya nggak kasih anda balik. Saya lock aja di tempat itu. Nggak ada yang keluar. Kalau mau nebus mobil, mana bukti setor di Bank DKI," tukas Ahok.

Cara baru ini tengah digodok agar maksimal menjerat para pengendara yang parkir sembarangan dan masuk jalur TransJakarta. Sistem transfer sanski denda via Bank DKI dinilainya lebih aman.

"Saya tidak mau pakai cash, saya takut seperti di Dishub, nyolong duit semua nih, Kalau pakai kontan, kita takut oknumnya yang ngantongin nanti. Sudahlah, cincai-cincai Rp 100 ribu katanya. Kalau dengan sistem slip seperti itu nggak bisa," tukas Ahok.

Berbagai cara memang sudah dilakukan Pemprov DKI. Mulai dari kempes ban, mengunci roda, mencabut pentil ban, dan lainnya. Sayangnya cara itu belum juga manjur.

(bar/mok)


Berita Terkait