Eksodus dari Banda Aceh Melonjak

Eksodus dari Banda Aceh Melonjak

- detikNews
Jumat, 31 Des 2004 15:24 WIB
Banda Aceh - Enam hari setelah gempa dan tsunami melanda Aceh, kini jumlah masyarakat yang keluar dari Banda Aceh meningkat tajam. Bandara Iskandar Muda dipenuhi dengan masyarakat yang antre tiket pesawat. Banyak masyarakat juga meninggalkan Banda Aceh lewat jalur darat. Pantauan detikcom, Jumat (31/12/2004), pukul 14.50 WIB, bandara Iskanar Muda tampak penuh dengan lautan manusia antre tiket. Bahkan, para pengantre tiket memenuhi halaman parkir bandara. Situasi ini sebenarnya sudah berlangsung sejak empat hari lalu. Namun, sampai sekarang, jumlah pengantre tiket makin bertambah banyak. Mereka ingin keluar Banda Aceh, selain karena masih punya cukup uang, juga karena panik dan sudah tidak tahan dengan suasana Banda Aceh yang masih kacau balau. Kota masih porak-poranda dan bau menyengat dari bau busuk mayat makin hebat. Selain itu, juga tidak ada ketegasan dari pemerintah mengenai informasi yang tegas, apa yang seharusnya mereka lakukan. Pemerintah belum memberikan penerangan kepada masyarakat, apakah mereka lebih baik berada di Banda Aceh, atau malah mengungsi ke lain kota terlebih dulu. Padahal, bahan makanan sampai sekarang nyaris tidak ada. Bantuan makanan juga belum terdistribusi dengan baik. Para calon penumpang pesawat yang berkumpul di bandara ini, sebagian besar akan menuju Medan. Saat ini, ada sejumlah maskapai penerbangan yang melakukan penerbangan Banda Aceh-Medan. Selain Garuda, ada Jatayu, Star Air, dan Batavia Air. Bahkan, sejumlah pesawat menambah armadanya, karena banyak penumpang yang ingin meninggalkan Banda Aceh. Garuda misalnya, sejak dua hari lalu menambah jumlah penerbangan menjadi 8 kali sehari. Dan hari ini, Garuda mengerahkan armadanya yang lebih besar, DC-10, yang bisa memuat penumpang lebih banyak. Sayangnya, para maskapai penerbangan ini benar-benar menerapkan tiket komersial. Bahkan, malah cenderung naik. Garuda misalnya, yang sebelumnya berhargap Rp 390 ribu kini menjadi Rp 454 ribu untuk tujuan Banda Aceh-Medan. Jatayu juga menaikkan tiketnya menjadi Rp 600 ribu. Sejumlah warga yang antre mengeluhkan harga tiket ini. "Seharusnya, dalam kondisi begini, harga tiket diturunkan, jangan dinaikkan. Bahkan, kalau bisa digratiskan, karena situasi di Banda Aceh sudah seperti ini," ungkapnya. Meski harga tiket dinaikkan, para calon penumpang tetap antre, karena terpaksa. Antrean nonstop 24 jam. Setelah mendapat tiket, seorang calon penumpang juga tidak langsung naik pesawat. Misalnya, bila tiket pesawat bisa diperoleh pukul 16.00 WIB, bisa-bisa naik pesawatnya pukul 05.00 subuh. Ini disebabkan, keterlambatan pesawat untuk take off dan landing. Pasalnya, di bandara Iskandar Muda sangat banyak pesawat yang membawa bantuan parkir untuk menurunkan bantuan itu. Pesawat-pesawat yang membawa bantuan dari dalam negeri diturunkan di bandara komersial, sementara bantuan-bantuan dari asing diturunkan di Lanud Iskandar Muda. Karena itu, semua sudut bandara Iskandar Muda, baik di terminal kedatangan, terminal keberangkatan, dan halaman bandara dipenuhi calon penumpang. Selain itu juga, bandara ini juga digunakan oleh sejumlah warga yang sengaja mengungsi. Eksodus dari Banda Aceh juga terlihat melewati jalan darat. Mereka menggunakan mobil-mobil yang tersedia, termasuk mobil-mobil bak terbuka. Kepergian dari Banda Aceh lewat darat ini sudah terjadi beberapa hari lalu. Dan sampai sekarang, pemandangan ini masih terlihat. Sebagian besar mengarah ke kota Medan. Untuk menuju Medan, mereka harus melalui Aceh Besar-Sigli-Medan. Jarak ini ditempuh sekitar 12 jam. Dan saat ini, ada informasi saat ini terjadi kemacetan di jalur menuju Medan, persisnya di Aceh Besar. Salat Jumat dan Salat Gaib Sementara salat Jumat di Banda Aceh dilakukan di lapangan terbuka, di lapangan Makodam Iskandar Muda, karena masjid Baiturrahman digunakan pengungsi. Serusai salat Jumat digelar salat gaib dan doa bersama. Suasana tampak haru dan sedih. Tampak hadir dalam salat jumat ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Rizal Ramli, Menakertrans Fahmi Idris, Pangdam Iskandar Muda Mayjen Endang Suwarya, dan Sekjen MUI Din Syamsudin. Salat ini juga diikuti oleh masyarakat. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads