Ahok merasa bingung dengan banyaknya PKL yang berjualan di dalam Monas. Padahal tempat itu seluruhnya dilindungi pagar kokoh dan tinggi.
Seperti kucing-kucingan, tiap kali para PKL tersebut ditertibkan oleh Satpol PP, mereka kembali lagi. Kata Ahok, anak buahnya bahkan sering mendapatkan intimidasi di lapangan dari PKL dan preman, serta oknum aparat yang membekingi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah ini kalau tidak ada yang bekingan (PKL) orang dalam, siapa? Nah saya mensinyalir mungkin ada oknum yang main. Saya nggak mau nuduh lah. Tapi kan terjadi toh tukang parkir dibakar hidup hidup. Pasti kan ada sesuatu terjadi di Monas," sambung Ahok dengan mimik wajah serius.
Tukang parkir yang dimaksudkan Ahok adalah Yusri (47) juru parkir liar di Monas. Yusri tewas Selasa (24/6) lalu di rumah sakit setelah dibakar oknum TNI Pratu Heri karena kurang memberikan uang jatah preman. Pratu Heri sudah dipecat secara tidak hormat dari TNI dan terjerat Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat.
Meski banyak mafia di Monas yang membekingi PKL, Ahok mengaku tak gentar. Dirinya akan terus gencar memberantas PKL, preman, oknum aparat, serta orang dalam dari Monas demi menegakkan aturan.
"Kita keluarin (oknum pejabat dan petugas di Monas). Pasti main. Makanya saya bilang satpam semua suruh pecat aja. Kita lagi mau bikin satu UPT, lagi tunggu tandatangan Pak Gubernur," imbuh Ahok.
Keberanian Ahok melawan mafia-mafia dan menertibkan di PKL di Monas bukan tanpa alasan. Ia mengaku mendapat dukungan dari Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Mulyono serta Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Prayitno.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana mempersenjatai Satpol PP dengan pistol peluru tajam. Menurutnya, itu adalah cara untuk menunjukkan wibawa demi menegakkan peraturan.
Ditambahkan Ahok, para anggota Satpol PP akan dipersenjatai dengan pistol berpeluru tajam saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL). Hal itu juga untuk mengantisipasi jika ada oknum yang mengancam.
"Kita harap, kalau semua TNI, Polda udah mendukung kita, kita yakin Monas pasti beres," pungkas politisi Partai Gerindra itu.
(bar/mok)











































