Di sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), capres nomor urut satu Prabowo Subianto curhat mendapat nol suara di ratusan TPS. Sedangkan dari fakta dari formulir C1 yang telah diupload KPU, Jokowi-JK mendapat nol suara di 17 TPS di wilayah Sampang, Jawa Timur.
"Di ratusan TPS, kami yang didukung 7 partai besar, 62% suara di Pileg, dapat 0 suara," kata Prabowo dengan suara di lantang di ruang sidang MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2014).
Namun pernyataan Prabowo ini tak diiringi dengan penyebutan detail lokasi TPS tempat dia mendapat nol suara. Prabowo, seperti yang disebut oleh kuasa hukum KPU Adnan Buyung Nasution di persidangan, seperti hanya curhat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan fakta formulir itu, pengamat politik dari UGM Arie Sujito menilai curhat nol suara dari Prabowo adalah blunder.
"Kalau dibalikkan dengan fakta di lapangan, itu bunuh diri statemen politik Prabowo yang seperti itu," ujar Arie saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/8) hari ini.
Pernyataan Prabowo diyakini Arie bisa menuai cibiran dari masyarakat. Seharusnya Prabowo lebih mengedepankan penyampaian fakta, bukan opini tak berdasar.
"Ini kan mencari keadilan, bukan membangun opini. Semakin banyak emosi, semakin banyak penilaian publik itu mengada-ngada," tutur Arie.
(trq/mad)










































