Kapolri: 800 Anggota Polri Hilang
Jumat, 31 Des 2004 14:44 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Da'i Bahtiar mengatakan data sementara Mabes Polri menunjukkan sebanyak 800 anggota kepolisian hilang dalam bencana gempa dan tsunami di NAD."Polisi yang dicari sekitar 700 sampai 800 orang," kata Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 931/12/2004).Selain itu, anggota Polri yang bertugas di Mapolres dan Polsek Meulaboh ada 400 anggota dan baru ditemukan sekitar 20 orang. "Ini mungkin tersebar di tempat lain tetapi informasinya memang banyak korban dari keluarga Polri," ujarnya. Sedang di daerah lain, ada satu kompi brimob yang diperbantukan dari berbagai daerah seperti Sumbar dan Sumsel baru 10 jenazah yang ditemukan dan 90 orang lainnya hilang.Dijelaskan dia, dua asrama besar di Banda Aceh tersapu gempa dan tsunami. Pertama, asrama brimob yang jumlah anggotanya 450 orang. "Mungkin bersama keluarga ada sekitar 1500 orang. Sampai sekarang, baru ditemukan 200 anggota polri dan keluarga," kata Kapolri.Kemudian, asrama polair di Banda Aceh yang terdiri sekitar 100 anggota dan keluarga. Namun, hingga kini belum diperoleh jumlah data korban yang ditemukan.Lebih lanjut, Kapolri mengatakan akan dikirim dua tim dari Polri. Pertama tim yang bertugas melakukan pembenahan internal untuk recovery mental anggota dan keluarga di sana. Kedua, tim yang dikirimkan untuk melakukan fungsi tugas kepolisian di daerah bencana dimana dudah ditugaskan sekitar 800 anggota Polri, terdiri dari anggota brimob dan umum yang ditempatkan di Banda Aceh dan daerah lainnya."Mereka dikirim untuk menggantikan anggota Polri yang menjadi korban dimana para korban umumnya sedang melakukan upaya menemukan atau mencari keluarga mereka. Kami juga menambah 35 dokter untuk membuka satu rumah sakit yang semula rusak untuk difungsikan kembali," demikian Kapolri.
(aan/)











































