Perlu Koordinator di Aceh Tangani Korban dan Bantuan
Jumat, 31 Des 2004 14:06 WIB
Jakarta - Manajemen penanggulangan Aceh pasca gempa dan tsunami tampak amburadul. Tidak ada koordinasi dalam penanganan korban dan pemulihan Aceh. Mayat-mayat masih tampak berserakan. Puing-puing belum juga dibersihkan. Pemerintah perlu menunjuk koordinator untuk mengurusnya. Sampai saat ini, siapa yang mengkoordinasi penanganan dan pemulihan Aceh belum diketahui. Memang, pemerintah sudah mengambil alih pemerintahan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pemerintah juga sudah mengirim dua dirjen Depdagri ke Banda Aceh. Meski begitu, belum ada penunjukan dari pemerintah siapa pejabat yang ditunjuk untuk mengkoordinir penanganan di Aceh. Inilah yang disesalkan oleh Erros Djarot, sutradara film dan ketua umum PNBK, yang kini sibuk menggalang dana dan bantuan untuk warga Aceh. Memang, sampai hari ini, belum ada perkembangan signifikan penanganan di Banda Aceh dan kota-kota lain yang dilakukan. Bahkan, bantuan juga belum terdistribusikan dengan baik, dan masih terkumpul di Bandara Iskandar Muda. "Realitasnya, di sana (Aceh) memang tidak ada kepemimpinan. Koordinasi di sana kacau, banyak bantuan yang belum didistribusikan kepada masyarakat. Koordinasi antarmenteri juga perlu dipertanyakan," kata Erros saat dihubungi detikcom, Kamis (31/12/2004). Menurut Erros, pemerintah seharusnya menunjuk siapa yang menjadi koordinator di Aceh dalam penanganan pasca musibah, sehingga para korban tertangani dengan baik dan bantuan tersalurkan dengan optimal. "Harus ada koordinator di sana. Siapa yang ditunjuk terserah, agar di sana ada koordinasi," ungkapnya. Erros sendiri merasa bangga dengan kesigapan sebagian masyarakat yang melakukan penggalangan bantuan dan secara spontan menyumbang. "Banyak rakyat kita yang sebetulnya kurang mampu, juga ikut menyumbang. Ini luar biasa," ungkapnya. Erros juga mengacungkan jempol kepada aparat TNI yang bekerja dengan cepat dalam mengangkut bantuan. Sutradara film Cut Nya' Dien ini juga menggalang bantuan bersama elemen-elemen lain dan mendirikan lembaga bernama Forum Solidaritas Nasional. "Alhamdulillah, kita sudah bikin posko-posko. Kita juga telah mengirimkan bantuan dan tim medis," jelasnya.
(asy/)











































