Jelang tahun Baru, Pedagang Terompet Sepi Pembeli

Jelang tahun Baru, Pedagang Terompet Sepi Pembeli

- detikNews
Jumat, 31 Des 2004 13:59 WIB
Jakarta - Ajakan untuk tak merayakan tahun baru dengan hura-hura, menjauhi keramaian sebagai rasa simpati terhadap korban gempa dan gelombang tsunami di Aceh, membuat pedagang terompet sepi pembeli. Apalagi, hujan yang terus mengguyur Jakarta dua hari terakhir membuat semakin pesimis dagangan mereka laku.Beberapa pedagang yang ditemui detikcon di beberapa lokasi mengeluh sepinya pembeli. "Saya sudah pasrah. Rugi sudah risiko berdagang. Mau bagaimana lagi," ujar Jito, 25 tahun, pedagang terompet di depan Melawai Plaza, Blok M, Jaksel.Jito, pemuda asal Wonogiri ini, sejak pagi tadi baru laku 2 buah, dengan harga per terompet Rp 5 ribu. "Terompet yang saya jual harganya Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Hari ini baru dapat uang Rp 10 ribu. Tahun ini tampaknya jauh lebih sepi dibanding tahun lalu," keluhnya.Karseno, pedagang terompet di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru juga mengaku terancam rugi besar. "Sejak empat tahun terakhir, perayaan tahun baru kali ini paling parah. Dagangan saya belum laku. Mudah-muadhan nanti malam ada yang beli," harap Karseno.Laki-laki asal Wonogiri, Jawa Tengah ini mengaku datang ke Jakarta khusus hanya berdagang terompet. Ia datang bersama dengan rekan-rekannya menjadi pedagang musiman ini. Ia membuat terompet sendiri dengan modal Rp 300 ribu. Pada tahun lalu, malam tahun baru Karseno meraup keuntungan Rp 150 ribu.Apa karena ada imbauan agar masyarakat tak merayakan tahun baru sebagai solidaritas terhadap masyarakat Aceh sehingga dagangan kurang laku? Karseno tak menampik kemungkinan hal itu."Karena imbauan ini, tentu lebih sepi. Tapi saya tetap berharap malam ini jualan saya habis dan untung lebih banyak. Asal tak hujan saja," tambahnya. (jon/)


Berita Terkait