Pemerintah Tolak Usul Pembakaran Mayat di Aceh
Jumat, 31 Des 2004 13:44 WIB
Jakarta - Pemerintah secara tegas menolak usulan dari sejumlah elemen masyarakat agar membakar (mengkremasi) mayat-mayat korban gempa dan tsunami di Aceh yang hingga kini masih banyak berserakan di berbagai sudut kota."Hal itu sama sekali tidak akan dilakukan," tegas Menko Kesra Alwi Shihab dengan nada tinggi saat dikorfirmasi mengenai usulan tersebut di Istana Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat, (31/12/2004).Usulan tentang pembakaran mayat korban gempa dan tsunami itu muncul karena keprihatinan masyarakat melihat masih banyaknya mayat yang bergelimpangan di jalan-jalan dan sudut kota Aceh. Dikhawatirkan mayat-mayat tersebut akan menimbulkan dampak penyakit menular, seperti kolera dan disentri.Alwi yang juga Ketua Harian Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi mengatakan, tim evakuasi yang sedang bekerja di Aceh kini tengah mengupayakan untuk mengubur mayat yang ada secepat mungkin. Kendala yang ada saat ini adalah kurangnya alat-alat berat untuk mengubur mayat secara massal.Karenanya, ia mengimbau agar seluruh masyarakat yang ada di Aceh maupun sukarelawan berinisiatif menguburkan mayat yang mereka temukan di tempat-tempat terdekat, dan pada saatnya nanti mayat-mayat itu akan dikumpulkan di sebuah tempat penampungan yang diberi nama tertentu."Yang penting jangan sampai ada jenazah yang belum dikubur. Makin lama tidak terkubur akan membawa mudharat yang lebih besar bagi lingkungan," kata dia.
(umi/)











































