Sewaktu dirinya menjabat sebagai bupati, Ahok mengaku pernah beberapa kali mencabut izin penambangan yang merusak hutan lindung.
"Saya beberapa kali cabut izin penambangan di hutan lindung. Termasuk di daerah saya pun, saya ngalamin tuh yang namanya penzoliman perusahaan itu," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jakpus, Selasa (5/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menyebutkan banyak juga perusahaan seperti yang menangani kelapa sawit mencuri lahan hutan lindung lebih dari 500 hektar untuk dijadikan perkebunan. Namun dirunya sulit mengusut kasus tersebut.
Selain itu menurut Ahok laut di Bangka Belitung sudah di bongkar habis para pengusaha tambang yang rakus dengan menggunakan kapal isap dan kapal keruk yang menyebabkan hancurnya biota laut. "Siapa yang gak tau Bangka Belitung lautnya sudah di bongkar habis sama kapal isap dan kapal keruk. Makanya karang di Bangka semua mati dan hancur," tambahnya.
Ahok pun mengaku sudah berupaya mencegahnya dengan melarang kapal tersebut masuk kesana. Hal tersebut dianggapnya sebagai alasan para oknum perusahaan yang terlibat kasus tidak suka dengannya.
"Makanya saya gamau kapal itu masuk sana, mau semeter kek saya gak kasih. Makanya mereka gak suka sama saya, dan saya mau disingkirin, tapi untung nasib saya bagus jadi Wakil Gubernur DKI," ujar Ahok sambil tertawa.
(rvk/rvk)











































