"Kapal terpaksa putar kamudi singgah di Ambalauw, angin kuat dan gelombang tinggi disertai hujan" tutur Muhammad Ismail Bahta (28), salah satu penumpang yang menghubungi detikcom via selular, Rabu (6/8/2014) pagi ini.
Menurutnya, pihak Kapal mengumumkan untuk singgah sambil menunggu angin dan gelombang reda. "Ada pengumuman dari ABK bahwa fery akan berangkat sampai redanya angin dan ombak," ujar Ismail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angin bisa mencapai 20 sampai 30 km per jam. Gelombang hingga kini antara 3 sampai 5 meter," kata George Mahubessy, kepala BMKG, Stasiun Ambon pada detikcom.
Sementara itu, sejumlah keluarga penumpang khawatir atas kondisi angin dan gelombang. Sejak kemarin sampai hari ini, para keluarga penumpang terus menunggu kedatangan KM Fery Tanjung Kabat di pelabuhan Slamet Riyadi Ambon.
(han/rvk)










































