"Sama seperti pemerintah pusat, kami melarang adanya ISIS. Dan di Kabupaten Malang steril dari kelompok itu maupun pendukungnya," tegas Rendra kepada wartawan usai menggelar Rapat koordinasi melibatkan tokoh agama, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (5/8/2014).
Rendra menyebutkan, rakor menghasilkan penolakan keras terhadap ISIS, serta upaya mensosialisasikan wawasan kebangsaan terhadap masyarakat. Langkah ini bertujuan menghadang tumbuhnya gerakan yang menentang dasar negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya kejadian 20 Juli 2014 disebut adanya pembaiatan terhadap pendukung ISIS di masjid 'biru' Dusun Sempu, Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, akhir bulan lalu. Rendra menegaskan, sesuai informasi yang diterima, kegiatan tersebut tidak terkait ISIS maupun golongan atau kelompok yang mendukungnya.
"Sesuai informasi yang diterima begitu. Tidak ada pembaiatan, peserta hanya sekitar 50 orang dan semua asal luar daerah," tegasnya.
Pihaknya kini memilih langkah cepat, memberikan kesadaran kepada masyarakat, agar tidak mudah terkontaminasi oleh ideologi anti pancasila. "Sosialisasi segera kami lakukan, termasuk kepada para takmir. Karena masjid sering dijadikan target sebagai tempat berkegiatan oleh kelompok-kelompok tersebut," ungkap Rendra.
(bdh/rvk)











































