Polri Antisipasi Penjarahan, TNI Evakuasi Jenazah
Jumat, 31 Des 2004 12:24 WIB
Jakarta -
Sebanyak 800 personel Polri dikirim ke Nanggroe Aceh Darusalam untuk mengantisipasi tindakan kriminal pasca gempa dan tsunami."Pasukan tambahan dikirim dari Medan dan Jakarta," kata Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar di kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/12/2004).Selain menggantikan pasukan yang hilang, pasukan tambahan ini akan mengantisipasi keamanan di Aceh.Tersendatnya bantuan memicu aksi penjarahan di NAD. Warga yang kelaparan mengambil sembako di toko-toko yang berada di Pasar Atjeh, Banda Aceh.Sementara itu, TNI akan terus mengirim pasukan tambahan untuk membantu proses evakuasi jenazah akibat gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). "Dengan kekuatan yang ada sekarang, kita akan mampu untuk melaksanakan rehabilitasi dan recovery. Mereka sudah kecapean melakukan evakuasi. Prajurit sementara perlu istirahat maka perlu dikirim yang baru," kata Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/12/2004).Selama masa evakuasi, Panglima berharap GAM tidak akan melakukan serangan-serangan. Untuk mengantisipasinya, kewaspadaan pasukan tidak akan dikendorkan. Namun apabila ada serangan dari GAM, hanya akan dilakukan serangan untuk memukul balik dan tidak sampai dilakukan pada pengejaran.Apa berarti kita membuka dialog dengan GAM?"Oh masih jauh, kita selesaikan dulu masalah gempa bumi baru bicara mau dialog atau tidak," kata Panglima.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































