Pemimpin Asean Akan Bertemu di Jakarta Bahas Tsunami

Pemimpin Asean Akan Bertemu di Jakarta Bahas Tsunami

- detikNews
Jumat, 31 Des 2004 11:55 WIB
Jakarta - Para pemimpin negara Asean akan melakukan pertemuan untuk menggalang komitmen penanggulangan bencana gempa dan tsunami. Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi pertemuan yang dinamai "spesial ASEAN Leader Meeting on Aftermath Eartquake and Tsunami". Pertemuan digelar di Jakarta, 6 Januari 2005.Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda dalam jumpa pers usai mengikuti rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Jl. Veteran, Jakarta, Jumat (31/12/2004).Rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diikuti Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Menteri Komunikasi dan Informasi. Wakil Presiden (wapres) Jusuf Kalla tak mengikuti rapat itu karena sedang melakukan tinjauan ke Aceh. Pertemuan itu merupakan usulan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong merespon usulan Presiden SBY kepada Sekjen PBB Kofi Annan tentang perlunya diselenggarakan konferensi internasional untuk membahas bencana tsunami dan gempa di negara-negara Asia. "Pertimbangannya kawasan Asean terkena musibah harus melakukan aksi secepatnya untuk menindaklanjuti bencana yang terjadi. PM Singapura meminta Indonesia untuk menjadi tuan rumahnya," kata Hassan. Pertemuan itu akan diikuti oleh 23 negara dan 4 organisasi regional dan internasional. Negara yang akan ikut dalam pertemuan itu antara lain negara-negara anggota Asean, Cina, Korea Selatan, India, Selandia Baru dan Amerika. Sedangkan 4 organisasi regional dan internasional yang akan ikut yakni PBB, World Bank, Uni Eropa dan ADB.Agenda utama pertemuan tersebut adalah menggalang komitmen bersama yang berorientasi pada aksi nyata menanggulangi bencana. Pertemuan ini merupakan bentuk solidaritas internasional atas bencana tsunami yang melanda sejumlah negara di Asia. Pembicaraan bukan hanya berfokus pada emergency response, melainkan yang lebih utama adalah langkah-langkah selanjutnya dalam rehabilitasi dan rekonstruksi untuk 5 tahun ke depan. "Bantuan-bantuan internasional itu akan melengkapi upaya-upaya yang telah, sedang dan akan pemerintah lakukan untuk merehabilitasi dan merekontruksi Sumatera Utara dan NAD," kata Menlu.Menlu menegaskan, pertemuan tersebut tidak akan membahas moratorium utang yang diusulkan Jerman dan Perancis. Pasalnya dalam waktyu berdekatan akan digelar sidang CGI. Di sidang tersebutlah pembicaraan moratorium utang lebih tepat untuk dilakukan. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads