"Ada beberapa warga Desa Krueng Meuriam yang mengalami mual-mual setelah mengkonsumsi ikan kerling," kata Camat Tangse, M. Jakfar saat dihubungi detikcom, Selasa (5/8/2014).
Setelah ada warga yang tumbang, masyarakat Tangse sudah tidak berani lagi mengkonsumsi ikan yang menjadi ikon kecamatan tersebut. Sejak beberapa hari terakhir, ikan kerling mati dan mengapung di sungai Tangse dan Geumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dr Raihanah, mengimbau warga agar tidak mengkonsumsi ikan kerling selama masih dilakukan pemeriksaan. Selain itu, ia juga meminta warga untuk tidak bersentuhan dengan air sungai di lokasi matinya ikan tersebut.
"Tunggu hingga hasil pemeriksaan keluar Kamis ini," kata Raihanah saat dihubungi terpisah.
Hingga saat ini, kata Raihanah, pihaknya belum memperoleh informasi tentang adanya korban setelah mengkonsumsi ikan kerling. Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan ikan tersebut diduga mati akibat keracunan.
"Tapi kami belum tau jenis racunnya," jelas Raihanah.
(try/try)











































