Di Halim Membludak, Bantuan Diimbau Dikirim ke Posko Lain
Jumat, 31 Des 2004 11:29 WIB
Jakarta - Bantuan bagi korban gempa dan tsunami Aceh di posko bantuan Halim Perdanakusuma membludak. Masyarakat diimbau menyalurkan bantuan ke posko lain.Tidak ada lagi tempat yang tersisa untuk menampung bantuan. Bantuan-bantuan hasil sumbangan masyarakat tampak menumpuk di tiap ruangan. "Kami tetap menerima bantuan dari masyarakat, tetapi kami menyarankan agar masyarakat mengirim bantuan ke posko lain karena di sini sudah penuh sehingga kami khawatir bantuan tercecer dan tidak terangkut," kata Kepala Dinas Pelayanan Bandara Suryo Santoso kepada detikcom di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (31/12/2004).Menurut dia, bantuan akan dikirim ke NAD dan Sumatera Utara melalui jalur laut. "Posko ini juga terpaksa mengirimkan bantuan lewat laut melalui armada barat. Pewawatnya bukan kurang, justru karena bandara di Aceh, Medan dan Pekan Baru penuh oleh pesawat yang mengirim bantuan sehingga tidak memungkinkan lagi untuk pesawat pergi ke sana," ungkap Suryo."Saat ini saja sudah ada lima pesawat umum yang siap berangkat. Tetapi karena lalu lintas udara yang tidak memungkinkan terpaksa tidak diberangkatkan," lanjutnya.Dikatakan dia, pihaknya membutuhkan tenaga sukarela dan alat transportasi untuk mengangkut bantuan. "Sukarelawan bukan diberangkatkan ke Aceh tetapi membantu kami mengangkut barang ke truk untuk dibawa dengan kapal laut," imbuhnya.DiberangkatkanSebanyak 6 pesawat diterbangkan guna mengirim bantuan sosial bagi korban gempa dan tsunami di NAD. Sementara hanya satu pesawat RI 2 yang stand by.Pesawat yang diberangkatkan, yakni Pesawat pertama mengangkut bantuan sosial sebanyak 893 kilogram. Pesawat A-1319 mengangkut personel marinir. Pesawat A-2303 juga mengangkut personel marinir. Pesawat A-2705 mengangkut personel marinir. Pesawat A-1323 mengangkut bantuan sosial dari presiden sebanyak 13135 kilogram dan Pesawat A-1325 mengangkut bantuan sosial 9076 kilogram.Total barang yang sudah diberangkatkan 120.396 kilogram dan bantuan yang belum terangkat lebih kurang 200 ton bantuan.
(aan/)











































