Tsunami Termaut dalam Sejarah?

Korban Tewas 120 Ribu Orang

Tsunami Termaut dalam Sejarah?

- detikNews
Jumat, 31 Des 2004 11:20 WIB
Jakarta - Bencana tsunami di Samudera Hindia yang ditimbulkan oleh gempa bumi terdahsyat dalam 40 tahun terakhir, Minggu (26/12/2004) lalu, telah menelan korban 120 ribu jiwa lebih di kawasan Asia Selatan dan Tenggara serta Afrika Timur. Ini adalah bencana tsunami paling mematikan dalam sejarah.Menurut laporan kantor berita Reuters, Jumat (31/12/2004), hingga lima hari setelah kejadian jumlah korban tewas tercatat 120.000 orang lebih. Korban terbanyak berada di Indonesia yang mencapai 80.000 jiwa. Korban tewas di Sri Lanka dilaporkan 27.200 orang, di India lebih dari 7.300 orang, di Thailand sekitar 2.400 orang, dan sekitar 300 orang tewas di Malaysia, Myanmar, Bangladesh, Maldives, Somalia, Tanzania, dan Kenya.Gelombang tsunami, sering disebut sebagai 'si ombak pembunuh', memang dikenal sebagai salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Bencana tsunami dengan korban terbesar sebelumnya terjadi di Awa, Jepang, pada tahun 1703, yang menewaskan 100.000 orang. Kemudian, di tahun 1782, terjadi tsunami di Laut Cina Selatan yang menewaskan sekitar 40.000 orang.Pada tahun 1883 sekitar 36.500 orang meninggal akibat gelombang tsunami di Laut Jawa Selatan menyusup meletusnya Gunung Krakatau. Kemudian, pada tahun 1868, terjadi tsunami di utara Cili yang menelan korban sekitar 25.000 orang.Menurut US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Samudera Pasifik adalah kawasan yang paling rawan tsunami. Tapi tsunami juga terjadi di kawasan lain, termasuk Laut Karibia dan Mediterania, serta Samudera Hindia dan Atlantik.Badai tsunami yang terjadi di lautan Atlantik Utara termasuk tsunami yang dikaitkan dengan gempa di Lisbon pada 1775 yang menewaskan 60.000 orang di Portugal, Spanyol, dan Afrika Utara. Gempa ini menimbulkan tsunami setinggi tujuh meter di Karibia.Karibia telah diterjang tsunami hingga 37 kali sejak 1498. Sebagian ditimbulkan oleh penyebab lokal, sebagian dari jauh, seperti gempa di dekat Portugal. Total korban jiwa akibat bencana tsunami di Karibia ini sekitar 9.500 orang.Gempa Besar CinaSementara bencana gempa yang paling mengerikan terjadi di Shansi, Cina pada 23 Januari 1556. Tidak ada catatan tentang kekuatan gempa ini di situs Infoplease.cpm, namun korban yang ditimbulkan mencapai 830.000 ribu jiwa.Gempa paling mematikan berikutnya juga terjadi di Cina, yaitu di Tangshan, pada 27 Juli 1976. Jumah korban tewas akibat gempa berkekutaan 8,0 magnitude ini menurut data resmi adalah 255.000 orang, namun menurut perkiraan jumlah korban sesungguhnya mencapai 655.000 orang.Setelah itu adalah gempa yang terjadi Aleppo, Suriah, pada 9 Agustus 1138. Seperti bencana di Shansi kekuatannya tidak tercatat, sedangkan korban jiwa mencapai 230.000 orang.Kemudian pada 22 Mei 1927 terjadi gempa 8,3 magnitude di dekat Xining, Cina; pada 22 Desember 859 terjadi gempa di Damghan, Iran; dan pada 16 Desember 1920 terjadi gempa di Gansu, Cina. Ketiga bencana tersebut dilaporkan masing-masing menelan korban jiwa 200.000 orang.Iran, negara yang juga sering dilanda gempa besar, kembali mengalami gempa pada 23 Maret 893 dengan korban jiwa sebesar 150.000 orang. Kemudian Jepang pada 1 September 1923 mengalami gempa bermagnitude 8,3 yang menelan korban jiwa 143.00 orang.Wilayah Ashgabat, Turkmenistan, diguncang gempa berkekuatan 7,3 magnitude pada 5 Oktober 1948 yang menewaskan 110.000 orang. Kemudian di Messina, Italia, diguncang gempa 7,5 magnitude pada 28 Desember yang menelan korban jiwa 70.000 orang, namun jumlah korban sesungguhnya diperkirkan mencapai 100.000 ribu orang.Bencana gempa terakhir yang dilaporkan menelan korban jiwa hingga 100.000 orang adalah gempa di Chihli, Cina, pada September 1290. Sementara gempa terbaru yang paling mematikan, sebelum gempa di Aceh pada Minggu (26/12/2004), adalah gempa di Bam, Iran, pada 25 Desember 2003 yang menewaskan 30.000 orang. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads