"Sepertinya iya," jawab Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar saat disinggung apakah pria yang diduga bernama Bahrunsyah itu pernah berlatih militer di Aceh, Selasa (5/8/2014).
"Termasuk juga pernah direkrut orang-orang jadi tersangka oleh Densus," imbuh Boy.
Bahrunsyah muncul dengan sorban hitam serta dikelilingi pria-pria yang menyangkong AK-47. Dia itu mengajak warga negara Indonesia untuk ber-baiat dan memberikan dukungan untuk Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Eks Jubir JAT, Ahmad Fatih menyebut Bahrunsyah merupakan salah satu anggota pengajian Ustad Aman. Abdurahman. Ustadz Aman saat ini menghuni Lapas Kembang Kuning Nusakambangan karena terlibat dalam I'dad (pelatihan) militer di pegunungan Janto, Aceh.
Penjara bagi ustadz Aman adalah bukan yang pertama. Tahun 2004 dia ditangkap atas tudingan pelatihan militer di Cirebon dan kepemilikan bahan peledak. Sosok Aman yang kerap menyuarakan tauhid ini dibebaskan tahun 2008 dari Lapas Cirebon.
2 tahun menghirup udara bebas, dia kembali dijebloskan di penjara setelah Densus 88 menangkapnya di kediamannya di Sumedang, Jabar.
Para pelaku pelatihan militer itu juga terlibat perampokan CIMB Niaga, Medan. Beberapa orang diantaranya sudah dijebloskan ke penjara.
(ahy/ndr)











































