Kapolri Jenderal Sutarman, Senin (4/8) kemarin, menyebut pria itu berinisial B. Eks Juru Bicara Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Ahmad Fatih menyebut pria itu adalah Bahrunsyah.
"Saya pernah melihat tapi tidak mengenalnya. Tahu muka saja," kata ustadz Fatih saat berbincang Selasa (5/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ustadz Aman saat ini menghuni Lapas Kembang Kuning Nusakambangan karena terlibat dalam I'dad (pelatihan) militer di pegunungan Janto, Aceh.
Penjara bagi ustadz Aman adalah bukan yang pertama. Tahun 2004 dia ditangkap atas tudingan pelatihan militer di Cirebon dan kepemilikan bahan peledak. Sosok Aman yang kerap menyuarakan tauhid ini dibebaskan tahun 2008 dari Lapas Cirebon.
2 tahun menghirup udara bebas, dia kembali dijebloskan di penjara setelah Densus 88 menangkapnya di kediamannya di Sumedang, Jabar.
Sumber lainnya di kalangan gerakan Islam tidak begitu mengenal Bahrunsyah. Dia hanya tahu bahwa Bahrun tinggal dan menetap di sekitar Ciputat. "Kalau kuliah di mana saya tidak tahu, termasuk keluarganya," kata sumber tersebut.
(ahy/ndr)











































