PBB Ingatkan Diare Incar Nyawa Anak-anak Korban Tsunami
Jumat, 31 Des 2004 09:29 WIB
Jakarta - PBB mengingatkan ancaman wabah diare dalam beberapa minggu ke depan yang bisa merenggut nyawa anak-anak korban tsunami yang menimpa Asia."Banyak anak-anak yang akan meninggal karena diare. Jumlahnya bisa-bisa melebihi korban tewas akibat dihantam tsunami," ujar Koordinator Pertolongan Darurat PBB Jan Egeland seperti dilaporkan Reuters, Jumat (31/12/2004).Informasi mengenai ancaman diare itu diperoleh Egeland dari badan kesehatan dunia WHO. Selain diare, bahaya lain yang mengancam adalah infeksi saluran pernafasan.Sementara Sekjen PBB Kofi Annan menyatakan musibah tsunami yang menimpa Asia-Afrika yang menewaskan sekitar 120 ribu orang sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan malapetaka global, sehingga diperlukan respons global.Gempa dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 itu berkekuatan 9,0 magnitudo, serta menerjang 12 negara, yakni India, Indonesia, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Maladewa, Somalia, Tanzania, Seychelles, Myanmar, Bangladesh, dan Kenya. Sekitar 120 ribu orang tewas.Seratusan turis asing tewas dan sekitar 5.000 turis asing, kebanyakan dari Eropa masih hilang. Turis asal negeri Skandinavia seperti Swedia, Norwegia, dan Finlandia banyak yang memilih berlibur bermandikan sinar mentari di Asia ketimbang menikmati cuaca dingin di negerinya.
(sss/)











































