"Saya lihat tidak (mudah menyebar), karena kultur budaya, agama, keagamaan kita yang berbeda. Budaya keagamaan kita sangat kental dengan nuansa kesantunan, keramahan," kata Jokowi di Balai Kota DKI , Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2014).
Selain itu rakyat Indonesia tidak akan mudah terpengaruh dengan paham-paham semacam ISIS ini. Meski begitu pemerintah dan segenap warga diimbau tetap waspada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jokowi, upaya pencegahan yang bisa dilakukan pemerintah lebih kepada pendekatan kultural keagamaan. Baru setelah pendekatan tersebut tidak mempan maka bisa dilakukan tindakan yang lebih tegas.
"Pegangannya konstitusi. Penegakkan hukumnya ada di konstitusi. Tetapi pendekatannya tentu saja ada pendekatan-pendekatan sisi keagamaan yang itu saya kira menjadi tugasnya ulama para kiai," jelas Jokowi.
"Kalau memang sudah pada posisi betul-betul anarkis, membahayakan negara, harus ditindak tegas. Penegakkan hukum harus dilakukan," lanjutnya.
(rna/kha)











































