Awalnya, sekitar 3 sampai lima orang masa dari Progress 98 berdiam diri di ruang tunggu tamu gedung KPK sejak Senin (4/8/2014) sore tadi. Mereka menuntut agar bisa bertemu komisioner KPK untuk meminta penjelasan soal laporan dugaan korupsi Jokowi dan Megawati.
Sore tadi mereka berteriak-teriak di dalam gedung KPK meminta agar pimpinan KPK turun. Jubir KPK, Johan Budi sempat menemui para aktivis itu, namun Johan malah ikut dibentak oleh aktivis.
Di antara massa itu terlihat juga Faishal Assegaf. Setelah bermediasi, mereka tetap menuntut bertemu dengan komisioner. Tapi permintaan tidak bisa dipenuhi, alhasil mereka bertahan di dalam gedung KPK.
Tapi sekitar 19.30 WIB para aktivis itu diminta baik-baik oleh petugas keamanan untuk meninggalkan gedung KPK, namun mereka tetap duduk di ruang tunggu. Pukul 20.00 WIB belasan polisi menyeret paksa keluar para aktivis itu. Salah seorang aktivis bahkan sampai merebahkan diri agar tidak terangkat,
tapi polisi tetap bisa membawa keluar para aktivis itu.
"kami bukan maling, kenapa kami diginikan," teriak salah seorang aktivis saat dibawa keluar dari gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Tiga orang diboyong paksa ke dalam truk polisi untuk diamankan. Mereka langsung dibawa menggunakan truk polisi itu.
(mok/kha)











































