Isu Tsunami Tak Terbukti, Padang Kembali Normal

Isu Tsunami Tak Terbukti, Padang Kembali Normal

- detikNews
Jumat, 31 Des 2004 08:47 WIB
Padang - Imbauan pulang ke rumah sempat tidak digubris warga Padang yang terlanjur termakan isu tsunami. Tapi setelah isu itu tidak terbukti, warga akhirnya pulang ke rumah saat fajar menyingsing. Kota Padang pun kembali normal.Isu liar yang menyatakan Padang akan dilanda tsunami berhembus sejak pukul 22.00 WIB, Kamis 30 Desember 2004. Ribuan warga yang panik pun berhamburan ke jalanan untuk mengungsi ke dataran tinggi di Bukittinggi dan Solok. Kendaraan roda dua dan empat pun penuh muatan barang.Kepanikan warga antara lain terlihat di daerah Tabing, Lubuk Buaya, Teluk Bayur, Lolong, Pasaraya, Karandam, Lubuk Minturun, dan Siteba. Arus lalu lintas menuju Bukittinggi dan Solok pun padat.Pukul 02.30 WIB, Jumat (31/12/2004), beberapa mobil patroli polisi mulai lalu lalang. Polisi mengimbau berulang-ulang agar warga pulang ke rumah karena dikhawatirkan terjadi pencurian. Sebab kabar tsunami hanyalah isu.Tapi warga bersikukuh bertahan di jalan. Hingga pukul 03.30 WIB, warga tidak mau beranjak dari jalan-jalan protokol di Kota Padang. Pasalnya isu tsunami justru berkali-kali kembali menerpa warga dan beredar liar.Beberapa warga mengaku mendapat SMS kalau Kota Padang berstatus Siaga 3. Warga juga mengaku mendengar kabar kalau di Kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan sudah diterjang tsunami.Isu tsunami ternyata juga membuat panik warga sejumlah kabupaten di Sumbar, terutama yang bermukin di kawasan pesisir Barat Sumatra. Antara lain Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, dan kecamatan Tanjung Mutiara di Kabupaten Agam.Di Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, ribuan warga juga berhamburan ke luar rumah dan memadati jalan-jalan setelah mendengar isu tersebut."Saya tahu ada isu tsunami ketika melewati Sicincin. Dari sana sampai ke Padang, saya lihat orang-orang kumpul di jalan. Saya juga lihat, sedikitnya 30 truk penuh dimuati warga di sepanjang jalan," kata Nov (28), sopir angkutan barang.Dia mengaku sempat cemas ketika menemukan rumahnya dalam keadaan kosong ketika sampai di Padang. Kecemasannya semakin bertambah setelah ponselnya tidak berhasil menghubungi satu pun anggota keluarganya karena jaringan GSM yang tiba-tiba sibuk.Di kota Padang, hingga pukul 05.30 WIB sebagian warga masih tetap bertahan di jalanan. Mereka mengaku tidak dapat memejamkan mata karena dihantui perasaan takut bila sewaktu-waktu tsunami betul-betul menghantam Kota Padang."Jangankan untuk tidur, diajak suami pulang ke rumah saja rasanya saya belum berani. Pagi ini rencananya kami mau pulang kampung ke Bukittinggi biar lebih aman. Suami saya lagi beres-beres di rumah," ujar Asnidar (41) yang ditemui sedang duduk bersama tumpukan barang bawaannya di tepi jalan Hamka Tabing, Padang.Asnidar tidak sendirian. Bersamanya, nyaris di sepanjang tepi jalan utama Kota Padang itu, ratusan warga lainnya juga memutuskan untuk tetap bertahan. Perasaan panik dan takut terlihat jelas di wajah mereka."Memang tadi ada imbauan walikota dan polisi yang menyarankan kami untuk pulang. Katanya tsunami hanya isu dari orang yang tidak bertanggung jawab. Tapi kami masih belum berani. Kami dengar di Pesisir Selatan sudah kena tsunami, siapa tahu juga terjadi di Padang," kata Ratna (32), warga kompleks Wisma Indah III Tabing Padang.Di kota Padang, daerah yang terletak di ketinggian, seperti kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah Padang dan Jalan By Pass juga sangat ramai didatangi warga sehingga menimbulkan kemacetan yang cukup panjang.Namun hingga pukul 06.00 WIB, isu tsunami tidak terbukti. Warga yang lelah berangsur-angsur kembali ke rumahnya. Aktivitas di Kota Padang pun kembali normal. Anak-anak terlihat berangkat ke sekolah dan orang dewasa ke tempat kerjanya. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads