BMG: Tsunami di Padang Isu Belaka

BMG: Tsunami di Padang Isu Belaka

- detikNews
Jumat, 31 Des 2004 08:02 WIB
Padang - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Padang Panjang Sumbar menegaskan pihaknya tidak mendeteksi gempa, apalagi tsunami. Jadi kabar tsunami melanda Padang isu belaka."Isu itu tidak benar. Itu ulah provokator. BMG tidak mendeteksi gempa yang telah terjadi, apalagi tsunami," tegas operator dan observer BMG Padang Panjang saat dikonfirmasi detikcom pukul 07.45 WIB, Jumat (31/12/2004).Dijelaskan dia, tsunami selalu diawali dengan gempa. Selang beberapa lama setelah gempa, air laut surut, kemudian barulah terjadi tsunami."Jadi isu yang beredar sejak semalam itu tidak benar. Jangankan tsunami, gempa saja tidak ada. Air laut yang dikatakan pasang itu hanyalah pasang surut biasa karena bulan purnama. Meski demikian warga diharapkan tetap waspada," kata Erwin.Operator BMG Padang Panjang lainnya bernama Bayu meminta warga untuk tetap tenang dan tidak termakan oleh isu tsunami yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.Imbauan serupa juga sudah disampaikan Walikota Padang Fauzi Bahar dan aparat kepolisian yang berpatroli di sepanjang jalan utama Kota Padang. "Kita minta masyarakat tidak panik karena tidak ditemukan adanya tanda tanda akan terjadi tsunami di perairan Sumbar," kata Bayu.Salah seorang aktivis lingkungan hidup di Painan, Toni Mardianto menampik telah terjadi tsunami di kawasan pesisir Sumatera Barat, seperti diisukan. "Tidak benar ada tsunami di Painan maupun di tempat lainnya di Kabupaten Pesisir Selatan. Masyarakat di sini juga sempat panik dan berlarian ke luar rumah. Padahal naiknya air laut cuma karena gelombang pasang," tukasnya.Kota Padang dilanda kepanikan luar biasa sejak pukul 22.00 WIB, Kamis 30 Desember 2004. Ribuan warga meninggalkan rumahnya dan berhamburan ke jalan karena mendengar kabar tsunami akan menghantam Padang.Hingga Jumat dinihari 31 Desember 2004, polisi dengan mobil patroli berkali-kali mengimbau warga pulang ke rumah karena dikhawatirkan ada pencurian, serta menegaskan kabar tsunami hanyalah isu. Namun warga tetap bertahan di jalanan. Setelah fajar menyingsing dan isu tsunami tidak terbukti, barulah warga berangsur-angsur kembali masuk ke rumah. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads