Polisi menyebut korban dan pelaku memiliki perilaku menyukai sesama jenis. Dugaan sementara, pemicu pembunuhan lantaran pelaku menolak diajak hubungan badan oleh korban.
"Terjadi pertengkaran. Lalu pelaku mengambil batu dari luar kamar indekos dan melemparkannya kepada korban. Setelah itu, pelaku memukuli wajah korban menggunakan batu," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi.
Mashudi mengungkapkannya kepada wartawan di tempat kejadian perkara (TKP) atau indekos korban, Jalan Rancabentang 2 No 1, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Senin (4/8/2014).
"Leher korban dijerat pelaku menggunakan kabel laptop," kata Mashudi menambahkan.
Aksi R makin kalap. Setelah dipastikan tewas, pelaku membakar tubuh Rudianto yang berada di atas kasur. "Pelaku menyemprotkan cairan dari botol parfum, lalu membakar korban," tutur Mashudi.
Sebelumnya, menurut Mashudi, korban dan pelaku berkenalan via media sosial Whatsapp pada Sabtu (2/8/2014). Waktu itu juga atau sekitar pukul 02.00 WIB, korban dan pelaku sepakat 'kopi darat' atau bertemu di kawasan Ciumbuleuit yang lokasinya dekat dari indekos Rudianto. Korban mengajak pelaku ke tempat indekosnya. Tak disangka, perkenalan singkat itu berakhir maut bagi Rudianto. Dia dibunuh orang yang baru dikenalnya tersebut.
"Pelaku mengaku membunuh dan membakar korban pada Sabtu pagi," ujar Mashudi.
R kabur usai melakoni aksi sadisnya. Berkat hasil penyelidikan yang diperkuat alat bukti, tim gabungan Unitreskrim Polsek Cidadap dan Satreksrim Polrestabes Bandung berhasil meringkus R di kawasan Logam, Kota Bandung, Minggu (3/8/2014) malam. "Pelaku ditangkap saat mau beli makanan," kata Mashudi.
Kasus pembunuhan brutal tersebut ditangani Polrestabes Bandung. Polisi mengamankan barang bukti antara lain batu, kabel laptop, pakaian korban, dan alat kontrasepsi.
(bbn/try)











































