"Pendapat Pak Suharso ke Jokowi di PPP itu enggak aneh, karena dalam Mukernas yang dilakukan PPP yang lalu, nama-nama yang masuk ada salah satunya Jokowi," ujar Zarkasih saat berbincang dengan detikcom, Senin (4/8/2014).
Zarkasih mengatakan sampai saat ini belum ada pertemuan-pertemuan resmi tentang kebijakan setelah Pilpres. Jika ada suara desakan agar PPP merapat ke Jokowi, menurutnya itu hanya pendapat perorangan. Namun suara itu tidak aneh di internal PPP karena telah disuarakan lama sebelum Pilpres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu mantan Menteri Koperasi dan UKM ini menuturkan, PPP secara umum masih bersikap wait and see khususnya terhadap hasil Mahkamah Konstitusi (MK) yang masih memproses gugatan dari tim Prabowo-Hatta.
Apakah PPP pada akhirnya akan konsisten bersama Koalisi Merah Putih atau loncat mendukung Jokowi-Jusuf Kalla, Zarkasih mengungkapkan, hal itu akan diputuskan dalam forum Muktamar.
"Kedua pendapat tidak tajam. Keliatannya balance-balance saja, karena keduanya (kelompok ini) punya argumentasi yang kuat. Apakah nanti di pemerintahan, atau berada di oposisi, toh kedua-duanya juga untuk bangsa," pungkasnya.
(rmd/trq)











































