"Setiap tahun itu saja masalahnya seperti Simpang Jomin, Sumpiuh dan sebagainya. Di Nagreg sudah. Itu kalau boleh kita tekad menyelesaikan permasalahan situ. Apakah kereta api yang naik atau underpass oleh (Kementerian) PU (Pekerjaan Umum)," ujar Mangindaan dalam acara Halal Bihalal di kantor Kemenhub, Jalan Merdeka Barat, Senin (4/8/2014).
Dalam mengurangi perlintasan sebidang, menurut Mangindaan perlu adanya koordinasi siapa yang mengalah antara PT KAI dengan Kementerian PU. Apakah kereta api jalurnya menjadi di atas (KAI) atau pembuatan jalan raya underpass (PU).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mangindaan juga menyebut bahwa jajaran PU saat ini sudah mencoba mengatasi permasalahan macet dengan pembangunan tol baru yang hingga mencapai Cikampek. Sambil mengusahakan itu, politisi Demokrat ini juga berharap agar tahun depan pemerintah berani mengambil langkah untuk mengurangi perlintasan sebidang yang kerap menjadi masalah saat musim mudik itu.
"Apalagi (kereta api) sekarang double track, berarti yang tadinya tiap 30 menit lewat sekarang tiap 10 menit lewat. Saya kira harus cepat, paling tidak 2015 kita sudah harus laksanakan dan diselesaikan, kalau cuma underpass saya kira tidak terlalu susah, paling tidak satu tahun selesai," Mangindaan menambahkan.
Mangindaan pun menyatakan bahwa prioritas Kemenhub ke depan berada di jalur Pantura dan Pantusel. Pembangunan jalur ganda selatan dikatakan Mangindaan sudah akan dimulai pada 2016 atau 2017.
"Nah itu juga harus dipikirkan dari sekarang, jangan sampai bikin lintasan ada masalah," pungkasnya.
(ear/fjr)











































